Perjuangan Korban Arisan Bodong Mencari Kejelasan, Geruduk Rumah Pelaku Malah Dapat Ancaman

Nasib tak mengenakkan harus dirasakan para korban arisan bodong di kawasan Bandung timur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Editor: Elga H Putra
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Penipuan 

TRIBUNJAKARTA.COM, SUMEDANG - Nasib tak mengenakkan harus dirasakan para korban arisan bodong di kawasan Bandung timur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Aksi mereka menggeruduk rumah pelaku untuk mencari kejelasan malah berujung pengancaman.

Korban mengaku diusir ketika menagih uang arisan mereka yang mengendap.

Bahkan mereka diancam akan dilaporkan ke polisi oleh keluarga bos arisan bodong.

"Ayahnya bilang kalau terjadi sesuatu kepada M di luar, bahkan kalau M sampai bunuh diri, kami-kami ini yang akan dilaporkan ke polisi," kata Neng Rina (27) warga Nagreg saat dilansir dari TribunJabar.id, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Anaknya Stres Usai Nipu Miliaran, Ayah Bos Arisan Bodong Murka Ancam Balas Dendam ke Para Korban

Ketika itu, Neng Rina memang datang ke rumah M bersama korban-korbam lainnya.

Dia yang warga Citaman, Nagreg, itu mendatangi rumah M karena bos arisan tersebut tak kunjung memenuhi janji untuk mengirim uang arisan berikut keuntungannya.

"Waktu itu dijanjikan oleh M di grup para member bahwa uang arisan akan cair tanggal 2 Februari. Namun setelah ditunggu-tunggu bahkan hingga kini, tak seorang pun yang ditransfer," kata Neng Rina.

Anggi Reviana Putri (22) menunjukkan bukti percakapan dengan terduga pelaku arisan bodong, di Tanjungsari, Sumedang, Jumat (11/3/2022).
Anggi Reviana Putri (22) menunjukkan bukti percakapan dengan terduga pelaku arisan bodong, di Tanjungsari, Sumedang, Jumat (11/3/2022). (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Neng Rina mengenal M sebagai seorang adik dari seorang member arisan yang dia kelola.

Ketika suatu hari M menawarkan arisan serupa dengan keuntungan yang fantastis, Neng Rina tergiur.

Dia sendiri sempat bertanya kepada M siapa yang mengelola arisan itu, dan M menjawab bahwa arisan itu milik temannya.

"Saya investasi Rp 40 juta. Itu uang reseller saya juga, meski saya sudah tutupi ke mereka.

Jadi uang itu tinggal uang saya," katanya seraya menyebut dia mulai berinvestasi pada lelang arisan itu pada 9 Januari 2022.

Sejak tanggal 1 Maret 2022, M sudah sangat sulit dihubungi oleh siapapun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved