Mesin Partai Dinilai Jadi Penyebab Elektabilitas Airlangga Hartarto dan Golkar Tinggi

Mesin partai yang mulai memanas dinilai menjadi penyebab elektabilitas Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan partainya tinggi.

Tribun Manado
Ilustrasi bendera parpol.Mesin partai yang mulai memanas dinilai menjadi penyebab elektabilitas Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan partainya tinggi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mesin partai yang mulai memanas dinilai menjadi penyebab elektabilitas Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan partainya tinggi.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menanggapi hadil survei Laboratorium Suara Indonesia.

Diketahui, Laboratorium Suara Indonesia merilis hasil survei tentang persepsi masyarakat terhadap sejumlah isu nasional, satu diantaranya adalah untuk mengetahui kemana arah preferensi masyarakat pada Pemilu 2024. 

Partai politik apa yang berpeluang menangguk suara terbanyak dalam pemilu nanti? dan Siapa Tokoh yang paling punya potensi dipilih publik pada pilpres nanti?

Hasilnya, Partai Golkar dan Ketua Umumnya yakni Airlangga Hartarto berada di urutan teratas. 

Baca juga: Songsong Satu Abad Nahdlatul Ulama, Airlangga Sampaikan Peran Penting NU Bagi Indonesia

"Ketika responden ditanya dengan pertanyaan terbuka partai politik yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini, Partai Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih yakni sebanyak 19,1 persen," kata Direktur Eksekutive Laboratorium Suara Indonesia Albertus Dino dalam keterangan tertulis, Minggu (13/3/2022).

Kemudian urutan kedua bertengger partai pemenang pemilu tahun 2019 yakni PDI Perjuangan dengan perolehan elektabilitas 18,3 persen. Lalu di posisi ketiga Partai Gerindra dengan perolehan 18,1 persen

"Di urutan keempat ada Nasdem dengan angka 7,2 persen, disusul PKS dengan 6,6 persen, dan PKB 5,2 persen," kata Albertus.

Baca juga: Hasil Survei Tunjukkan Elektabilitas Airlangga Hartarto dan Golkar Teratas, Ini Penyebabnya

Selanjutnya Partai Demokrat meraih 4,2 persen, lalu Perindo 2,4 persen, diikuti PAN 1,9 persen, PRIMA 1,8 persen, PPP 1,4 persen, Partai Garuda 1,2 persen,  PBB 1,1 persen, Partai Gelora 1,1 persen, PSI 1,1 Persen, Partai Hanura 0,8 persen, Partai Ummat 0,4 persen, dan Berkarya 0,1 persen. 

Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab 24,1 persen.

Sementara, ketika masyarakat ditanya dengan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner dengan pertanyaan yang sama, hasilnya Partai Golkar tetap menjadi partai yang paling banyak dipilih yaitu 19,1 persen, kemudian PDI Perjuangan dengan angka 18,3 persen, disusul Partai Gerindra sebanyak 18,1 persen, dan Nasdem 7,2 persen.

Di urutan selanjutnya ada PKS 6,6 persen, diikuti PKB 5,2 persen, lalu Demokrat 4,2 persen, Perindo 2,4 persen, PAN 1,9 persen, PRIMA 1,8 persen, PPP 1,4 persen, Partai Garuda 1,2 persen, PBB 1,1 persen, Partai Gelora 1,1 persen,PSI 1,1 Persen ,Partai Hanura 0,8 persen, Partai Ummat 0,4 persen, Berkarya 0,1 persen. Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 8,9  persen.

Sedangkan, terkait siapa tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat, ketika ditanyakan secara terbuka dengan pertanyaan jika digelar pilpres hari ini, siapakah tokoh yang akan anda pilih? 

Maka hasilnya nama Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling tinggi tingkat keterpilihannya yaitu dipilih oleh 22,8 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved