Ketua DPD RI LaNyalla: Komunikasi Rakyat Sudah Rentan, Elit Politik Jangan Gaduh Terus

Kondisi ketahanan komunikasi masyarakat Indonesia sejak adanya Pandemi Covid 19 hingga saat ini sudah rentan. Elit politik seharusnya menahan diri.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir H AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mencermati kondisi ketahanan komunikasi atau resiliensi masyarakat Indonesia ini sejak adanya Pandemi Covid 19 hingga saat ini sudah rentan, untuk itu elit politik seharus menahan diri tidak menambah beban dengan isu-isu yang membuat gaduh publik. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir H AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mencermati kondisi ketahanan komunikasi atau resiliensi masyarakat Indonesia ini sejak adanya Pandemi Covid-19 hingga saat ini sudah rentan.

Elit politik seharusnya bisa menahan diri tidak menambah beban dengan isu-isu yang membuat gaduh publik.

“Rakyat ini sudah susah, sebaiknya informasi dari para elit politik baik dari Partai Politik maupun pemerintah lebih hati hati dalam memberikan pernyataan baik tentang pencegahan covid maupun pesan politiknya,” ujar LaNyalla Mattalitti sebagai Keynote Speaker pada Seminar Nasional Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) UNPAD di Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Selasa (15/3/2022).

Seminar Nasional IDIK UNPAD juga mengundang Gubernur Jawa Timur Dra Khofifah Indarparawansah, MSi, Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bayu Hanantasena, dan Guru Besar Ilmu Komunikasi UNPAD, Prof Dr H Engkus Kuswarno, MS, dengan moderator Dr Eki Baihaki.

Ketua Panitia Seminar Nasional IDIK UNPAD, Dr Melki Supaat, MSi, menjelaskan, seminar nasional ini bertajuk Resiliensi Komunikasi di Era Pandemi, diselenggarakan secara hybrid, yakni daring dan luring.

Untuk peserta daring dibatasi sebanyak 50 undangan sesuai dengan protocol kesehatan, sedangkan peserta daring tercatat sebanyak 180 partispant melalui zoom meeting.

Baca juga: Deltacron Mulai Merebak di Eropa, Pemprov DKI Waspadai Potensi Penularan Varian Baru Covid-19

Ketua Umum Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) UNPAD, Dr Pitoyo, SS, M.IKom mengatakan, Semnas IDIK 2022 ini juga mengundang penulis makalah sesuai dengan tema komunikasi.

Jumlah peserta yag mengirimkan makalah ilmiahnya sebanyak 46 makalah yang akan dipublikan di 21 jurnal nasional yang terakreditasi Sinta 2, 3 dan 4 serta 5.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, BUMD Bank DKI Raih Laba Bersih 25,27% di Tahun 2021

Makalah yang sudah dipresentasikan akan direview oleh para reviewer berruptasi nasional bahkan internasional.

Selain itu juga didukung oleh Bank BRI, Bank Jatim dan Indosat Ooredoo Hutchison.

LaNyalla Mattalitti pernah memberikan catatan kritis kepada para pemegang kebijakan terkait Pandemi Covid-19, dikarenakan terdapat perbedaan, bahkan pertentangan dan kesimpang siuran informasi terkait penanganan Pandemi ini.

Informasi yang membingungkan publik, akibat terjadinya perbedaan informasi dan kebijakan antar Kementerian dan Lembaga adalah salah satu bentuk nyata kegagalan membangun pola Komunikasi dengan pendekatan Resiliensi.

Bahkan kita tentu masih ingat, ada kebijakan yang berubah-ubah dalam hitungan jam.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Ratusan Tempat Hiburan di Jakarta Bangkrut

Pagi disampaikan begini, siang menjadi begitu, dan sore berubah lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved