Ribuan Santri Pondok Modern Daarul Abror Bangka Antusias Ikuti Seminar Literasi sebagai Kunci Ilmu

Ribuan santri dan santriwati serta seluruh guru Pondok Modern Daarul Abror Bangka (PMDA), mengikuti seminar literasi pada Sabtu, 12 Maret 2022.

Editor: Yogi Jakarta
Dok PMDA Bangka
CEO Renebook dan Turos Pustaka, Luqman Hakim Arifin dan pengamat medsos dan CEO Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengisi seminar literasi di depan ribuan santri dan santriwati bersama para guru Pondok Modern Daarul Abror, Bangka, Bangka Belitung, Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANGKA - Ribuan santri dan santriwati serta seluruh guru Pondok Modern Daarul Abror Bangka (PMDA), mengikuti seminar literasi pada Sabtu, 12 Maret 2022.

Kegiatan ini didampingi langsung pimpinan PMDA Bangka, KH. Sofyan Abu Yamin, Ustaz Syamsudin Zakaria, Ustaz Ahmad Yani Azhari, dan Marbawi selaku pembantu urusan eksternal pondok dan inisiator seminar.

Perencanaan literasi terstruktur yang sudah diawali sejak Januari ini mengangkat seminar "Tantangan Pesantren di Abad 21" dengan pemateri Marbawi, CEO Institut Studi Strategi Indonesia (ISSID).

"Ini adalah kick-off dari semua agenda seminar dan pelatihan yang akan memetakan dan memaksimalkan talenta santri selama mondok dan juga embrio Lembaga Manajemen Talenta Daarul Abror (Abror Talent Center) ke depan," ucap Marbawi kepada TribunJakarta.com, Selasa (15/3/2022).

Dalam arahannya, Kiai Sofyan mengharapkan prakarsa ini terimplementasi dengan baik ke depannya dan menjadi contoh bagi pesantren lain.

Pengasuh dan Direktur TMI Pondok Modern Daarul Abror, Ustaz Ahmad mengibaratkan menggunakan media sosial dengan mengendarai kendaraan bermotor.

Di mana pengemudi harus cukup usia, paham aturan, tahu lokasi tujuan, dan jangan tergesa-gesa sehingga tidak terjadi kecelakaan.

"Di gerbang Pondok Modern Daarul Abror ada tulisan, 'Ke Daarul Abror Apa Yang Kamu Cari?.' Di internet juga demikian. Kejelasan tujuan hidup, cita-cita sangat menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan para santri di internet", jelas Ustaz Ahmad.

Ribuan santri dan santriwati bersama para guru Pondok Modern Daarul Abror, Bangka, Bangka Belitung, mengikuti semintar literasi yang diisi oleh CEO Renebook dan Turos Pustaka, Luqman Hakim Arifin dan pengamat medsos dan CEO Komunikonten Hariqo Satria, Sabtu (12/3/2022). 

Sabtu (12/3/2022).
Ribuan santri dan santriwati bersama para guru Pondok Modern Daarul Abror, Bangka, Bangka Belitung, mengikuti semintar literasi yang diisi oleh CEO Renebook dan Turos Pustaka, Luqman Hakim Arifin dan pengamat medsos dan CEO Komunikonten Hariqo Satria, Sabtu (12/3/2022). Sabtu (12/3/2022). (Dokumentasi Pondok Modern Daarul Abror)

Dalam seminar ini Pondok Modern Daarul Abror Bangka menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Luqman Hakim Arifin (CEO Renebook dan Turos Pustaka) serta Hariqo Wibawa Satria (pengamat Medsos dan CEO Komunikonten).

Dalam presentasinya Luqman Hakim Arifin menekankan pentingnya kesadaran literasi sejak dini di kalangan santri. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan habit membaca-menulis yang terencana.

Salah satu tipsnya menciptakan kesadaran tentang pentingnya ilmu dalam hidup, menyiapkan "reading zone" dan menetapkan "reading time" untuk dalam kehidupan sehari-hari santri.

"Kemampuan literasi adalah kunci ilmu pengetahuan untuk meningkatkan dan memajukan diri sendiri maupun orang lain," ujar Luqman.

Sementara Hariqo Satria menyampaikan dalam RUU Perlindungan Data Pribadi diusulkan bahwa anak usia di bawah 17 tahun belum boleh memiliki akun medsos dan menggunakannya.

Pondok Modern Daarul Abror Bangka sudah menerapkan ini demi menjaga para santrinya.

"Saya mengisi materi literasi digital di banyak tempat, bedanya di Pondok Modern Daarul Abror Bangka ini literasi sudah menjadi gerakan sistematik bukan lagi sekadar kegiatan" jelas Hariqo.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved