Cerita Kriminal

Masuk DPO Polisi, Ini Tampang Tukang Siomay Pelaku Pemerkosa Gadis 6 Tahun di Jagakarsa

Tukang siomay berinisial K alias Tebet yang memperkosa gadis di bawah umur, ZF (6), di Jagakarsa, Jakarta Selatan, masuk DPO Polisi.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ILUSTRASI - Tukang siomay berinisial K alias Tebet yang memperkosa gadis di bawah umur, ZF (6), di Jagakarsa, Jakarta Selatan, masuk DPO Polisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Tukang siomay berinisial K alias Tebet yang memperkosa gadis di bawah umur, ZF (6), di Jagakarsa, Jakarta Selatan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

Dalam selebaran DPO yang beredar, pelaku memiliki nama Husni alias Kusni alias Tebet.

Pelaku tercatat bertempat tinggal di Kp Pisang Batu, RT 01/RW 04, Kelurahan Kertamukti, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Kusni memiliki ciri-ciri rambut lurus, berwajah oval, kulit sawo matang, dan tinggi 165 sentimeter. Pelaku berusia 38 tahun.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengaku prihatin dengan belum tertangkapnya pelaku pemerkosaan terhadap bocah perempuan berinisial ZF.

Baca juga: Kak Seto Sampai Prihatin Polisi Lamban Tangkap Tukang Siomay Pelaku Rudapaksa Anak di Jagakarsa

"Sampai saat ini tidak ada soal berita penangkapan begitu. Pertama tentu sangat prihatin, kok sampai sekarang sulit untuk menangkapnya," kata Kak Seto saat dihubungi, Selasa (15/2/2022).

Kak Seto menuturkan, LPAI menjalin kerjasama dengan Mabes Polri terkait penanganan korban kekerasan seksual.

Tukang siomay berinisial K alias Tebet yang memperkosa gadis di bawah umur, ZF (6), di Jagakarsa, Jakarta Selatan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.
Tukang siomay berinisial K alias Tebet yang memperkosa gadis di bawah umur, ZF (6), di Jagakarsa, Jakarta Selatan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. (ISTIMEWA)

Ia pun khawatir belum ditangkapnya pelaku bakal menimbulkan penilaian negatif terhadap Polri.

"Pernah dulu juga ada (hastag) percuma lapor polisi dan sebagainya. Jangan sampai itu dikotori dengan tidak kecermatan, kecepatan dari para petugas di bawah," ujar dia.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan sejak Januari 2022 lalu.

Laporan kasus ini terdaftar dengan nomor LP/B/183/I/2022/RJS tanggal 24 Januari 2022.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Baca juga: Kak Seto akan Beri Pendampingan, Anak Korban Rudapaksa Tukang Siomay di Jagakarsa Trauma Berat

"Orangtua korban sudah melapor ke Polres," kata Budhi saat dikonfirmasi, Minggu (30/1/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved