Anies Didesak Bangun Turap Kali Mampang, Wagub Ariza: Enggak Bisa Ujuk-ujuk

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dituntut untuk segera membangun turap di sepanjang Kali Mampang, Jakarta Selatan.

Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Senin (7/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dituntut untuk segera membangun turap di sepanjang Kali Mampang, Jakarta Selatan.

Sebagai informasi, pembangunan turap Kali Mampang ini juga merupakan kewajiban yang harus dijalani Pemprov DKI berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut pihaknya tak bisa begitu saja membangun turap di sepanjang aliran kali tersebut.

Sebab, perlu ada perencanaan matang agar turap yang dibangun bisa berfungsi dengan baik.

"Semua program pengendalian banjir direncanakan, tidak bisa ujuk-ujuk kemudian dibangun," ucapnya di Balai Kota, Rabu (16/3/2022) malam.

Baca juga: Warga Korban Banjir Penggugat Anies Minta Segera Bangun Turap Kali Mampang

Walau demikian, Ariza meminta masyarakat tidak khawatir lantaran Pemprov DKI sudah menyusun sejumlah program guna mengatasi masalah banjir di ibu kota.

"Semuanya dalam perencanaan yang baik terkait pengendalian banjir, bisa cek program tiap tahunnya setiap semester kuartalnya kan ada," ujarnya.

Dilansir dari Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta segera membangun turap Kali Mampang setelah pencabutan permohonan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait penanganan banjir.

Salah satu putusan perkara nomor 205/G/TF/2021/PTUN.JKT, hakim meminta Pemerintah Provinsi DKI membangun turap sungai di Kelurahan Pela Mampang.

Gugatan diajukan tujuh warga DKI yang menggugat Anies karena banjir yang terjadi pada Februari 2021.

Sejumlah alat berat melakukan pengerukan lumpur di Kali Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Sejumlah alat berat melakukan pengerukan lumpur di Kali Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. (Istimewa)

"Penurapan Kali Mampang agar sesegera mungkin dimulai prosesnya. Anggarannya jangan dipotong," ujar perwakilan kuasa hukum Tim Advokasi Solidaritas untuk Korban Banjir, Francine Widjojo, dalam keterangannya, Jumat (11/3/2022).

Francine mengatakan, dalam persidangan, pihak tergugat sempat mengaku soal kekurangan anggaran untuk membangun turap Kali Mampang.

Hal ini menyebabkan program pengendalian banjir di DKI Jakarta terhambat. "Sehingga belum terasa pelaksanaannya sampai ke area tempat tinggal para penggugat," ucap Francine.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved