Cerita Kriminal

Aksi Diam Seribu Bahasa Tersangka Mutilasi di Sawah, Pria Ini Cuma Mengulang Alasan Pergi ke TKP

Akhadirun (44) diam seribu bahasa mengenai aksi mutilasi di areal sawah yang diduga dilakukannya di Desa Jatimulya, Kabupaten Tegal, Rabu (2/3/2022).

tribun/desta
Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafaat saat konferensi pers kasus pembunuhan mutilasi di areal persawahan di Kabupaten Tegal. Akhadirun (44) diam seribu bahasa mengenai aksi mutilasi di areal sawah yang diduga dilakukannya di Desa Jatimulya, Suradadi, Kabupaten Tegal pada Rabu (2/3/2022) lalu. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Akhadirun (44) diam seribu bahasa mengenai aksi mutilasi di areal sawah yang diduga dilakukannya di Desa Jatimulya, Suradadi, Kabupaten Tegal pada Rabu (2/3/2022) lalu.

Aksi warga Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara itu cukup keji.

Akhadirun cuma mengulang-ulang alasan dirinya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pelaku hanya beralasan pergi ke sawah karena ingin mencari teh.

Akhadirun diduga menghabisi nyawa Kasni di area tersebut.

Korban yang berstatus warga Desa Jatimulya, RT 006/RW 002, Suradadi, Kabupaten Tegal terkapar dengan kondisi yang mengenaskan ketika ditemukan suaminya, Wage.

Baca juga: Deretan Kisah Horor di Apartemen Kalibata City: Mutilasi, Prostitusi hingga Kematian Novi Amelia

Tubuh korban ditemukan sudah dalam kondisi sangat mengenaskan karena terdapat luka irisan di leher, kedua payudara dan alat kelamin terpotong atau termutilasi.

Satreskrim Polres Tegal lalu menangkap seorang tersangkan bernama Akhadirun.

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Sya'faat menunjukan barang bukti kasus pembunuhan mutilasi di areal persawahan Suradadi Kabupaten Tegal.
Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Sya'faat menunjukan barang bukti kasus pembunuhan mutilasi di areal persawahan Suradadi Kabupaten Tegal. (tribun/desta)

Ia kini telah berstatus tersangka kasus pembunuhan mutilasi di areal persawahan Desa Jatimulya, Suradadi, Kabupaten Tegal.

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at mengungkap Akhadirun hanya diam seribu bahasa.

Polisi pun berupaya melakukan uji tes kejiwaan melalui Biro Psikologi Polda Jateng.

Baca juga: Enggak Ada Itu Geram Keluarga Korban Mutilasi Saat Ridho Suhendra Dituding Lecehkan Istri Pelaku

Dalam waktu dekat, biro psikologi dari Mabes Polri dan Polda Jateng melakukan pendalaman kepada pelaku.

Mengingat mulai dari 8 Maret saat tersangka ditangkap hingga 22 Maret ini pelaku sama sekali tidak mau berbicara atau mengeluarkan sepatah kata pun.

"Kami sudah berupaya memanggil keluarga terdekat pelaku untuk bisa membujuk pelaku supaya mau berbicara, tapi tetap saja pelaku belum mau berbicara," kata AKBP Arie Prasetya Syafa'at, saat konferensi pers di halaman Mapolres Tegal, Selasa (22/3/2022).

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at (kiri) menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan warga Brebes, di Mapolres Tegal, Senin (7/3/2022). Perempuan tersebut ditemukan tak bernyawa di area persawahan di Dukuhturi Tegal setelah dibunuh kekasihnya
Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at (kiri) menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan warga Brebes, di Mapolres Tegal, Senin (7/3/2022). Perempuan tersebut ditemukan tak bernyawa di area persawahan di Dukuhturi Tegal setelah dibunuh kekasihnya (TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA)
Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved