Eye Level Indonesia Bantu Anak Lewat Metode Latihan Berpikir Kritis Matematika

Eye Level Indonesia memperkenalkan latihan berpikir kritis Matematika untuk membantu anak berpikir kritis.

Istimewa
Eye Level Indonesia memperkenalkan latihan berpikir kritis matematika untuk membantu anak berpikir kritis. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Eye Level Indonesia memperkenalkan latihan berpikir kritis Matematika untuk membantu anak berpikir kritis.

Selain itu, anak juga mampu memecahkan masalah melalui latihan soal. 

Eye Level Indonesia merupakan lembaga pendidikan non-formal dari Korea Selatan

CEO Eye Level Indonesia, Cha Seong Hoon mengungkapkan kemampuan berpikir kritis ini juga akan berguna bagi masa depan anak dalam memecahkan setiap persoalan yang ditemuinya kelak.

Diketahui, menyiapkan siswa yang berdaya saing tinggi merupakan keharusan di tengah makin ketatnya kompetisi di era teknologi.

Baca juga: Kompetisi Matematika EMC Kembali Digelar, Total Hadiah Hingga Ratusan Juta

Pola pembelajaran yang tepat dipercaya menjadi kunci. Salah satu yang perlu dikuasai oleh generasi mendatang adalah kemampuan berpikir kritis (critical thinking).

Kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengingat atau menghapal.

Cha Seong Hoon mengatakan ada beberapa fokus dalam latihan berpikir kritis Matematika, misalnya pola hubungan, geometri, pengukuran, pemecahan soal, serta penalaran.

Baca juga: Kamu Kesusahan Jawab Soal Matematika, Fisika dan Kimia? Ini Solusinya

"Misalnya untuk Pola dan Hubungan, siswa akan diajak mengembangkan pengetahuan dasar fungsi dengan mempelajari berbagai pola untuk objek, bilangan dan bentuk. Sementara untuk pemecahan soal, siswa akan belajar delapan strategi pemecahan soal, mulai dari pengenalan pola, analisis data, menggambar diagram, uji coba, dan sebagainya," kata Cha Seong Hoon.

Pola pendekatan yang berbeda dalam belajar Matematika ini diharapkan dapat membuat anak-anak tidak menganggap mata pelajaran ini sebagai momok.

Ketakutan banyak pelajar di Tanah Air kepada mata pelajaran itu terlihat dari hasil Survei Programme for International Student Assessment (PISA).

Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) terhadap anak usia 15 tahun pada 2015, menempatkan kemampuan matematika pelajar Indonesia ada di peringkat ke-63 dari 72 negara.

Capaian tersebut kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Dengan Vietnam misalnya, negeri berlambang bintang itu ternyata ada di peringkat ke-12, sementara Singapura ada di peringkat pertama. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Eye Level Indonesia Perkenalkan Latihan Berpikir Kritis Matematika

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved