Rencana PTM 100 Persen, PSI Wanti-wanti Pemprov DKI: Keselamatan Siswa Tak Boleh Ditawar

PSI mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta agar hati-hati dalam mengambil keputusan soal PTM 100 persen.

Istimewa
Pelaksanaan PTM 100 persen di SMAN 71, Kelurahan/Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (17/1/2022). Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta agar hati-hati dalam mengambil keputusan soal pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta agar hati-hati dalam mengambil keputusan soal pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

"Kami mendengar soal rencana PTM 100 persen yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Terus terang, kami semangat, tali waspada selalu," ucap polisi PSI Idris Ahmad dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).

"Kami selalu mengingatkan agar rencana PTM ini perlu dipikirkan dengan sehati-hati mungkin," sambungnya menjelaskan.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini pun menyinggung adanya ratusan sekolah yang sempat ditutup selama periode Januari hingga Februari lalu imbas temuan kasus Covid-19.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran lalainya pengawasan yang dilakukan Pemprov DKI di sekolah-sekolah yang menggelar PTM.

Baca juga: Soal PTM 100 Persen pada PPKM Level 2 Jakarta, Wagub Ariza: Masih Digodok

"Kita harus belajar dari sejarah, jangan jadikan ini sebagai kesalahan yang berulang," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan soal PTM 100 persen ini harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

ILUSTRASI Pembelajaran tatap muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19
ILUSTRASI Pembelajaran tatap muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19 (TribunnewsWiki.com)

Oleh karena itu, ia meminta agar Pemprov DKI berdialog dengan para orang tua murid dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Yang perlu diingat, kami bukan melarang kegiatan PTM, tapi kami peduli dengan warga Jakarta. Makanya, kami mau yang terbaik," kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Agar PTM bisa berjalan dengan lancar, ian pun mengusulkan agar Pemprov DKI menerapkan syarat vaksin lengkap bagi murid yang ingin belajar di sekolah.

"Kami meminta Pemprov DKI berikan beberapa persyaratan. Misalnya, syarat kalau seluruh siswa sudah vaksinasi lengkap," tuturnya.

Baca juga: Persiapan PTM 100% di Jakarta Masih Digodok, Wagub DKI: InsyaAllah Gak Lama Lagi

Bahkan, politisi muda ini juga mengusulkan agar Pemprov DKI memperkuat Satgas Covid-19 intrasekolah.

"Setelah itu, lakukan evaluasi secara berkala. Jadi, kita dapat memastikan keselamatan generasi penerus bangsa," ucapnya.

"Kesehatan dan keselamatan siswa harus jadi syarat mutlak. Tidak boleh ditawar-tawar," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved