Munarman Ditangkap Densus 88

Sidang Putusan Perkara Terorisme Munarman Digelar Saat Bulan Ramadan, Ini Kata Majelis Hakim

Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman segera menjalani sidang putusan dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
ISTIMEWA
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman dilaporkan ke Polda Metro Jaya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman segera menjalani sidang putusan dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan pihaknya sudah menjadwalkan sidang beragenda putusan untuk Munarman pada Rabu (6/4/2022) mendatang.

"Majelis sudah bermusyawarah, Insya Allah (sidang) putusan akan dibacakan pada hari Rabu, tanggal 6 April 2022," kata Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (25/4/2022).

Seperti diketahui, 6 April 2022 sudah memasuki Bulan Ramadan 1443 Hijriah di mana umat muslim diwajibkan untuk berpuasa.

Ormas Islam Muhammadiyah sendiri sudah menetapkan 1 Ramadan akan jatuh pada Sabtu (2/4/2022).

Pemerintah diperkirakan sama atau tidak akan jauh berbeda dengan Muhammadiyah dalam menetapkan awal Ramadan.

Sidang memasuki akhir dengan agenda putusan karena seluruh agenda sidang sedari dakwaan, eksepsi, pemeriksaan saksi, terdakwa, tuntutan, pleidoi, replik, duplik sudah dilakukan.

Dari fakta-fakta persidangan ini Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal mempertimbangkan putusan yang tepat kepada Munarman dalam perkara tindak pidana terorisme.

Baca juga: Minta Menag Yaqut Diproses Hukum, Novel Bamukmin: Jangan Ahok Saja Yang Jadi Korban

"Insya Allah kita sidang kembali pada hari Rabu, tanggal 6 April 2022. Insya Allah dengan acara putusan. Sidang dinyatakan selesai dan ditutup," ujar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pada sidang hari ini, Munarman sudah menyampaikan duplik atau tanggapan atas replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut isi pleidoi dia tidak berdasar fakta persidangan.

Munarman menuturkan pleidoi atau pembelaan dibuatnya secara pribadi dan tim penasihat hukum sudah berdasarkan fakta-fakta persidangan, yang isinya membantah tuntutan JPU.

"Saya jawab bahwa fakta-fakta persidangan yang saya kutip dalam nota pembelaan saya adalah berdasarkan hasil pembuktian di persidangan," kata Munarman membacakan Duplik.

Munarman juga kembali membantah mendukung tindak pidana terorisme dengan alasan dia dan FPI yang sudah dibubarkan tidak pernah mendukung tindakan terorisme.

Sudah diberikan keringanan, Munarman malah menyinyiri tuntutan yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) kepadanya.
Sudah diberikan keringanan, Munarman malah menyinyiri tuntutan yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) kepadanya. (Kolase Tribun Jakarta/Istimewa)

Menurutnya tuntutan delapan tahun penjara dari JPU kepadanya tidak berdasar dan tidak terbukti, sehingga meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas.

Sementara JPU meminta agar Majelis Hakim menjatuhkan vonis bersalah kepada Munarman karena melanggar Pasal 15 UU No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Bahwa Munarman melakukan permufakatan jahat, percobaan atau pembantuan melakukan terorisme, dalam perkara ini JPU menuntut Munarman divonis delapan tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved