Terjerat Perda Tibum, 10 PKL Depok yang Berjualan di Trotoar Hingga Bahu Jalan Didenda Rp 150

Sepuluh pedagang kaki lima (PKL) asal Kota Depok menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) ) usai terbukti melanggar peraturan daerah (Perda).

Pemerintah Kota Depok
Suasana sidang tipiring 10 PKL pelanggar Perda Kota Depok soal ketertiban umum. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sebanyak 10 pedagang kaki lima (PKL) asal Kota Depok menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) ) usai terbukti melanggar peraturan daerah (Perda).

Peraturan daerah yang dilanggar oleh 10 pedagang kaki lima ini adalah nomor 16 tahun 2012, yang berisi tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum (tibum).

Lebih jelas, Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, mengatakan, para pedagang ini melanggar perda musabab berjualan di bahu jalan hingga trotoar kawasan Taman Merdeka, Sukmajaya.

“Ada sepuluh pelanggar yang ikut tipiring setelah berhasil kami tertibkan,” jelas Lienda dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Jumat (25/3/2022).

Lienda menuturkan, dirinya berharap para pedagang yang telah mengikuti sidang tipiring ini tidak akan mengulangi lagi kesalahannya.

Baca juga: Rutan Depok Musnahkan 309 Barang Terlarang Hasil Sidak di Blok Hunian Narapidana

“Semoga sidang tipiring ini dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar,” tuturnya.

Menyoal besaran denda dalam sidang tipiring tersebut, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufiqurakhman, mengatakan masing-masing setiap pedagang dikenakan denda sebesar Rp 150 ribu.

“Mereka dikenakan denda sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved