Antisipasi Virus Corona di Depok

Vaksinasi Booster di Kota Depok Baru 10 Persen, Wali Kota Idris: Tergantung Dosis Dari Pusat

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengakui  vaksinasi booster di kota yang dipimpinnya masih rendah dan baru menyentuh angka 10 persen.

Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat meninjau vaksinasi di Kantor Kecamatan Cimanggis, Senin (28/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengakui vaksinasi booster di kota yang dipimpinnya masih rendah dan baru menyentuh angka 10 persen.

Kepada wartawan, ia menyebut bahwa satu di antara sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya vaksinasi booster adalah stok dosis dari pusat.

"Baru 10 persen, kalau sampai kapan belum tahu ini capaiannya tergantung obatnya (vaksin) dari pusat," ujar Idris saat meninjau vaksinasi di Kantor Kecamatan Cimanggis, Senin (28/3/2022).

"Sebabkan ini gratis, semuanya disuplai dari pusat (dosis vaksin)," timpalnya lagi.

Lebih lanjut, Idris mengungkapkan bahwa masih ada warga kategori lansia (lanjut usia) yang belum menerima vaksin kedua di Kota Depok.

Baca juga: TERBARU, Menteri Kesehatan Pastikan Mudik Lebaran Tidak Harus Vaksinasi Booster, Ini Penggantinya

"Ternyata masih ada juga dari lansia belum melakukan dosis dua," tuturnya.

Menurut data yang ia miliki, angka vaksinasi dosis kedua di Kota Depok sudah mencapai 66 persen.

"Memang dalam datanya masih 66 persen, jadi perlu empat persen lagi ya untuk sampai 70," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengatakan, vaksinasi booster menjadi syarat untuk siapapun bisa mudik lebaran.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved