Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Anies Segera Selesaikan Masalah Air Bersih di Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth merasa heran dengan permasalahan air bersih di Jakarta yang tak pernah kunjung selesai.

Istimewa
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. Ia merasa heran dengan permasalahan air bersih di Jakarta yang tak pernah kunjung selesai. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth merasa heran dengan permasalahan air bersih di Jakarta yang tak pernah kunjung selesai.

Padahal, permasalahan tersebut sudah bertahun-tahun terjadi di tengah Masyarakat.

"Kenapa masalah air bersih di Jakarta ini tak pernah selesai. Ini kota besar loh, masa bisa-bisanya masih ada warga yang mengeluh susah mendapatkan air bersih, padahal itu hak warga untuk mendapatkan air bersih untuk keberlangsungan hidupnya," kata Kenneth dalam keterangan tertulis,  Rabu (30/03/2022).

Menurut pria yang kerap disapa Kent itu, Pemerintah Daerah Jakarta harus benar-benar bisa memperhatikan kebutuhan air bersih yang dibutuhkan oleh warga.

Apalagi saat ini menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. 

Baca juga: Soal Pawang Hujan di Mandalika, Ketua IKAL PPRA LXII Kenneth: Inilah Bentuk Kearifan Lokal

Seharusnya Jakarta tak akan mengalami kekeringan asalkan potensi sumber dayanya dikelola dengan baik. 

"Jakarta, sekelas kota besar seharusnya tidak akan mengalami kekeringan atau krisis air bersih, jika potensi sumber daya air yang ada dapat dikelola dengan baik, program pipanisasi PDAM yang terkesan lamban dan terlalu bertele-tele juga merupakan salah penyebab banyak wilayah di jakarta yang tidak terjangkau oleh air bersih," beber Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth Bantu Bangun Rumah Korban Kebakaran di Taman Sari

Contohnya, sambung Kent, warga Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak tahun 1980-an. 

Mereka kerap mengeluh kepada Pemprov DKI Jakarta, tapi sampai saat ini belum mendapatkan solusi.

"Selama bertahun-tahun mereka untuk minum saja terpaksa harus membeli air isi ulang atau air dalam botol, mereka harus merogoh kantong dalam-dalam untuk membeli air, belum lagi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, mereka ini rata rata bukan dari kategori keluarga yang berada. Pemda Jakarta harus bisa melakukan terobosan-terobosan yang masuk akal dan wajar dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya, jangan terkesan seperti sekarang ini, yang seakan-akan tidak berbuat apa apa dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Selain itu, Kent pun menyikapi temuan Kementerian Kesehatan RI perihal air yang paling banyak dikonsumsi warga Indonesia, dan yang paling banyak porsinya adalah air isi ulang, lalu ledeng pipaan hingga sumur bor atau gali terlindung.

Dalam kasus itu, air di Jakarta Barat salah satu daerah yang terkontaminasi bakteri E Coli. Hal itu berdasarkan Profil dan Status Kualitas Air Minum Rumah Tangga Indonesia 2021 yang dilakukan Tim Surveilans Direktorat Penyehatan Lingkungan. 

"Hal ini sangat berbahaya sekali dan harus menjadi perhatian khusus bagi Pemda Jakarta yang harus segera di tindak lanjuti, demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat Jakarta, karena air menjadi salah satu sumber kehidupan, tapi air juga bisa berbahaya jika sudah tercemar, limbah, bakteri dan karat. pembuangan limbah baik limbah industri maupun rumah tangga, harus betul-betul di awasi serta harus berani memberikan sanksi yang bisa membuat efek jera bagi pelakunya, baik dari pelaku pribadi ataupun perusahaan jika melanggar," beber Kent.

Saat ini, kata Kent, baru sekitar 65% warga Jakarta yang dapat mengakses air bersih. Hal itu masih jauh dari target Pemprov DKI Jakarta yang menargetkan cakupan layanan 79,61% di akhir tahun 2022. Sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI Jakarta juga menargetkan seluruh wilayah Jakarta dijangkau pipa air pada 2030.

"Pekerjaan air bersih untuk warga Jakarta harus dikebut secepat mungkin, mau sampai kapan warga Jakarta tiap hari harus selalu meminum air yang sudah tercemar bakteri E Coli, itu sangat bahaya jika diminum dalam waktu yang lama karena bisa mengakibatkan penyakit gangguan pencernaan serius" ,tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Oleh karena itu, sambung Kent, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus memfokuskan permasalahan di Jakarta yang lebih urgent, salah satunya yang terkait penyediaan air bersih di Jakarta, dipenghujung berakhirnya jabatan sebagai orang nomor satu di Jakarta.

"Sangat penting sekali dalam memperbaiki kualitas air kita, agar tidak membahayakan kehidupan Warga Jakarta, dan perbaikan harus dilakukan bersama dan kolektif. Kita harus benahi bersama-sama mulai dari masyarakat hingga pembuat kebijakan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved