Angkut 48 Kg Ganja dari Medan, Sopir dan Kernet Truk Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan peredaran 48 kilogram ganja yang dikirim dengan modus truk ekspedisi di kawasan Jakarta Utara.

ISTIMEWA
Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Ahmad Fanani saat memberi keterangan dalam ungkap kasus peredaran 48 kilogram ganja, Rabu (30/3/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan peredaran 48 kilogram ganja yang dikirim dengan modus truk ekspedisi di kawasan Jakarta Utara.

Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Ahmad Fanani mengatakan 48 kilogram ganja yang dikirim dari Medan menuju Jakarta tersebut hasil pengungkapan kasus pada 23 Maret 2022.

Dalam penangkapan tersebut jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur mengamankan sopir dan kernet berinisial RG dan I sebagai tersangka saat sedang melakukan bongkar muat.

"Ganja tersebut diselundupkan bersama barang ekspedisi dari Medan, Sumatera Utara. Kita sita satu truk berisi ganja kering di jalur darat," kata Fanani di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (30/3/2022).

Paket ganja itu dikemas dalam 34 dus bungkus rokok dan dilapisi dengan karung putih, layaknya paket ekspedisi dengan tujuan mengelabui petugas saat proses pengiriman.

Baca juga: Antara Polos dan Tak Tahu Hukum, Tukang Ojek Ini Malah Lapor Polisi Saat Tertipu Beli Ganja

Kepada penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur RG dan I mengaku paket ganja tersebut milik seorang tersangka yang kini buron dan masih dalam pengejaran.

"Dan kita akan mengembangkan darimana asal usul ganja ini, karna kita sudah tau lokasinya dan tim sudah siap berangkat, tinggal menunggu jadwal keberangkatan dari anggota kita," ujarnya.

Baca juga: Beli Narkoba Rp 200 Ribu, Roby Geisha Suruh Asisten Linting Ganja di Kamar Mandi

Fanani menuturkan RG dan I yang kini ditahan di sel Mapolres Metro Jakarta Timur dijerat Pasal 114 ayat 2, Subsider Pasal 111 UU Nomor 34 Tahun 2009 tentang Narkotika, jo Pasal 55 KUHP.

Barang bukti diamankan dari kedua tersangka yakni paket ganja seberat 48 kilogram, truk box berpelat BK 9033 BE yang digunakan untuk mengangkut paket ganja, handphone, dan satu STNK.

"Ancaman hukuman seumur hidup (penjara) dan denda Rp 5 miliar. Satu DPO sedang kita kejar karena tidak berada di Jakarta. Kami mohon doanya semoga segera tertangkap," tuturnya.

Wakasatnarkoba Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Gunarto menuturkan dari hasil penyidikan sementara kedua tersangka diduga terlibat dalam jaringan narkoba antarpulau.

"Ada jaringannya, masih kita kembangkan. Jaringan antar pulau di Indonesia. Kedua tersangka mengirim barang haram jenis ganja tersebut, karena ada pesanan," kata Gunarto.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved