Bocah SD Dibakar Teman

Di Tangan Remaja Ini, Hand Sanitizer Tak Untuk Matikan Virus, tapi Buat Temannya Seakan Pemain Debus

Di tangan ketiga remaja ini, hand sanitizer yang menjadi barang wajib di masa pandemi Covid-19 tak hanya digunakan untuk mematikan virus.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
istimewa
Ilustrasi hand sanitizer dan atraksi debus. Di tangan ketiga remaja ini, hand sanitizer yang menjadi barang wajib di masa pandemi Covid-19 tak hanya digunakan untuk mematikan virus tapi justru malah membuat temannya menjadi layaknya pemain debus. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Di tangan ketiga remaja ini, hand sanitizer yang menjadi barang wajib di masa pandemi Covid-19 tak hanya digunakan untuk mematikan virus.

Tapi justru malah membuat temannya menjadi layaknya pemain debus.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Lingkungan, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada sekira pukul 18.29 WIB.

Pasalnya, ketiga remaja itu menyiram hand sanitizer ke kaki temannya lalu menyalakan api hingga membuat pria berinisial A (8) meringis kesakitan.

Aksi penganiayaan korban yang sampai dibakar terekam kamera CCTV.

Baca juga: Bukan Pengobatan, Hal Berat Ini Siap Ditanggung Keluarga Pelaku Bakar Bocah Asal Tak Diangkut Polisi

Dalam rekaman CCTV tersebut A sempat melawan, namun karena kalah tenaga dengan dua pelaku yang secara fisik lebih besar korban tidak mampu melawan saat api disulut.

Merujuk rekaman CCTV, A tampak meronta kesakitan saat kaki kirinya terbakar sampai menyeretkan tubuh di aspal hingga api padam dengan sendirinya dan meninggalkan bekas luka.

Kronologi

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) produksi cairan pembersih tangan.
ilustrasi hand sanitizer. (Universitas Indonesia)

Kakak sepupu korban, Giri Audita (23) menjelaskan kronologi pembakaran yang dialami korban.

"Kejadiannya itu Senin sekira pukul 18.29 WIB. Korbannya ini kelas 3 SD, sementara pelakunya ini SMP," kata Giri di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2022).

Kejadian bermula saat A sedang membeli martabak mini dekat rumahnya dihampiri tiga pelaku berinisial D, AS, dan R yang masih tinggal dalam satu RW namun berbeda RT.

Kala itu, A dan ketiga pelaku saling dorong sampai akhirnya korban membalas dengan cara melempar serpihan kaca hingga mengenai bagian tangan satu pelaku luka gores.

"Si korban ini melempar serpihan beling kecil gitu kena ditangan nih, kecil. Saya lihat emang kecil lukanya. Antara korban dengan pelaku ini kenal karena sering main bola bareng," ujarnya.

Baca juga: Kaki Bocah 3 SD Dibakar Teman Main: Pihak Keluarga Masih Sabar Belum Lapor Polisi, Ini Alasannya

Tidak terima dilempar serpihan kaca, tiga pelaku lalu mengejar korban yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah seorang diri melewati jalan lingkungan permukiman warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved