Program Panen 4 Kali Setahun Tak Tepat, Petani di Bekasi Masih Kesulitan Air

Kabupaten Bekasi dikenal sebagai daerah kawasan industri, namun tidak sedikit wilayahnya memiliki potensi hasil bumi melalui lahan pertanian. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com
Rustam Afandi Ketua Kelompok Tani Korem 051 Wijayakarta yang menggarap lahan di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBITUNG - Kabupaten Bekasi dikenal sebagai daerah kawasan industri, namun tidak sedikit wilayahnya memiliki potensi hasil bumi melalui lahan pertanian. 

Wilayah yang menjadi pusat kawasan industri berada di Cikarang dan sekitarnya, sedangkan untuk wilayah seperti Kecamatan Cibitung, Tambelang, Babelan dan masih banyak lagi adalah daerah penghasil produk pertanian. 

Sayangnya, hasil pertanian dari Bekasi belum dapat maksimal lantaran sejumlah kendala yang dihadapi petani. 

Hal ini dirasakan Rustam Afandi Ketua Kelompok Tani Korem 051 Wijayakarta, kendala utama petani di Bekasi adalah pasokan air. 

Rustam sendiri menggarap lahan seluas kurang lebih 28 hektar bersama anggota kelompoknya, berlokasi di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. 

Baca juga: Pangdam Jaya Panen Raya di Bekasi, Canangkan Kawasan Food Estate di Lahan Seluas 43 Hektare 

Lahan tersebut milik Kodam Jaya yang dikelola melalui Korem 051 Wijayakarta, secara keseluruhan memiliki luas mencapai 43 hektare. 

"Kalau sekarang kendala air pak, paling utama air sekarang kita air udah susah, karena saluran-salurannya udah banyak yang mati," kata Rustam. 

Saat ini, Rustam dan kelompok tani terpaksa mensiasati kebutuhan air untuk pertanian dengan cara memanfaatkan saluran-saluran irigasi yang tersisa. 

"Airnya kita ngambil dari Kalimalang, melalui ya udah mencari-cari gitu," jelas dia. 

Karena pasokan air kurang, produk pertanian yang dihasilkan belum dapat maksimal. Ditambah ketika musim kemarau. 

Rustam Afandi Ketua Kelompok Tani Korem 051 Wijayakarta yang menggarap lahan di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Rustam Afandi Ketua Kelompok Tani Korem 051 Wijayakarta yang menggarap lahan di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. (Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com)

"Ya hasilnya juga kurang, apalagi masuk musim kemarau, jadi kita kalau musim hujan kita percepat tanamnya, kalau musim kemarau kita nyedot (air) dulu," jelas dia. 

Selama ini, proses penyedotan air menggunakan pompa air yang diberikan melalui berbagai bantuan mislanya Kementerian Pertanian. 

Rustam menyebutkan, untuk produksi pertanian yang sejauh ini dapat dihasilkan kelompok taninya sebanyak enam ton per hektare. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved