Ramadan 2021

Bagaimana Hukum Menelan Dahak saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Penjelasan Buya Yahya

Bagaimana hukum menelan dahak saat berpuasa, apakah dapat membatalkan puasa?

Editor: Muji Lestari
Freepik
Ilustrasi batuk 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Saat menjalankan ibadah puasa tak jarang sebagian orang merasa tidak nyaman pada tenggorokannya.

Salah satunya karena tenggorokan terasa berdahak, dan terasa ingin terus meludah dan mengeluarkannya.

Namun terkadang disadari atau tidak kita pernah menelan dahak yang ada di rongga tenggorokan.

Tentu bukan masalah, jika menelan dahak di hari biasa.

Tapi bagaimana jika kita menelan dahak ketika sedang berpuasa?

Apakah menelan dahak membatalkan puasa?

Baca juga: Apakah Sikat Gigi dan Berkumur di Siang Hari Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya

Melansir tayangan YouTube Al-Bahjah Tv, Buya Yahya memberikan penjelasan.

Berdasarkan mazhab Imam Syafi'i, Buya Yahya mengungkapkan dahak yang sudah keluar dari tubuh dan terasa di tenggorokan sebaiknya jangan ditelan lagi.

"Di dalam mazhab Syafi'i, dahak yang sudah keluar dari makhrajnya (tenggorokan) maka jangan ditelan lagi," kata Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan, apabila dahak itu ditelan maka akan membatalkan puasa.

Baca juga: Tata Cara Membayar Fidyah untuk Bayar Utang Puasa Ramadan, Solusi Bagi yang Tak Mampu Puasa Qadha

Baca juga: Cegah Bau Mulut saat Puasa Ramadan dengan Ramuan Tradisional Ini, Catat Bahan-bahannya

"Ini (dahak) kalau ditelan lagi, batal," kata Buya.

"Karena itu (dahak) keluar dari dalam. Dari dalam sudah keluar kalau ditelan lagi batal," terangnya.

Menurut Buya Yahya, apabila dahak tersebut ada di tenggorokan dan bisa dikeluarkan dengan mudah, maka dahak itu seharusnya dikeluarkan bukan ditelan.

"Keluar itu artinya, disaat hendak dikeluarkan bisa keluar dengan mudah. itu yang keluar," kata Buya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved