Breaking News:

Camat Pasar Rebo Akui Hampir Semua Kelurahan di Wilayahnya Rawan Longsor

Mujiono menuturkan warga Kecamatan Pasar Rebo yang memiliki lahan di lokasi rawan pergeseran tanah sudah memiliki kesadaran untuk membangun turap

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
ISTIMEWA
Turap longsor di satu perumahan Jalan Abdulrahman, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (13/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Kecamatan Pasar Rebo termasuk wilayah di Jakarta Timur yang ditetapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebagai lokasi rawan pergeseran tanah.

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan secara geografis wilayahnya memang termasuk rawan pergeseran tanah karena terdapat kemiringan antara lahan yang cukup signifikan.

"Fluktuasi kemiringan dan perbedaan antara lahan yang satu dengan lain terkadang bisa 1-7 meter. Hampir semua Kelurahan di Pasar Rebo ada yang rawan longsor," kata Mujiono, Senin (4/4/2022).

Menurutnya potensi pergeseran tanah ini sudah diantisipasi dengan cara melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan longsor pada lima Kelurahan naungan Kecamatan Pasar Rebo.

Namun dari hasil pemetaan pihak Kecamatan dan Kelurahan yang dilakukan beberapa waktu lalu tersebut hingga kini belum ditemukan ada potensi pergeseran tanah dan longsor.

"Kegentingan atau kedaruratannya belum terlihat, semoga terus demikian. Namun untuk antisipasi pergeseran tanah di Pasar Rebo biasanya dengan turap tembok yang kuat," ujarnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras Seharian, Klinik di Tangerang Longsor ke Kali

Mujiono menuturkan warga Kecamatan Pasar Rebo yang memiliki lahan di lokasi rawan pergeseran tanah sudah memiliki kesadaran untuk membangun turap secara mandiri.

Sementara untuk lahan di lokasi rawan pergeseran yang merupakan aset Pemprov DKI Jakarta dibuatkan turap oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan pihak dinas terkait lainnya.

Baca juga: Tabrakan Beruntun di Tol Jagorawi, 5 Mobil Ringsek Dihajar Truk

Pihak Kecamatan Pasar Rebo sendiri hingga kini masih menunggu hasil kajian resmi dari BPBD DKI Jakarta terkait potensi pergeseran tanah guna melakukan langkah-langkah pencegahan.

"Infonya baru dari media massa. Bahwa sesar (patahan) cibatu yang tadinya hanya sampai setu, Bekasi sekarang potensinya sesar tersebut sampai Tangerang. Namun hasil kajian dan info resmi (BPBD DKI) belum kami dapatkan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved