Dinyatakan Wafat Dua Tahun Lalu, Henri Manik Nyatanya Masih Hidup, Pihak Rumah Sakit Dibuat Bingung

Pria bernama Hendri Manik dinyatakan meninggal saat menjadi pasien oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Medan.

Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
ilustrasi jenazah. Pria bernama Hendri Manik dinyatakan meninggal saat menjadi pasien oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Medan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Kasus aneh terjadi di Medan, Sumatera Utara.

Hal itu ketika seorang bernama Henri Manik (56) yang sudah dinyatakan wafat oleh rumah sakit pada tahun 2020 atau dua tahun lalu, nyatanya kini masih hidup.

Hendri Manik dinyatakan meninggal saat menjadi pasien oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Medan.

Tak pelak, kasus orang hidup dinyatakan mati ini sempat bikin heboh, dan berujung ke polisi.

Berkaitan dengan kasus orang hidup dinyatakan mati, Legal RSU Royal Prima Medan, Yunita Eva Suzana angkat bicara.

Baca juga: Dilaporkan Sesama Pengacara Soal Konten Instagram, Reaksi Hotman Paris: Saya Ini Pengusaha Diskotik

Katanya, sebelum kasus orang hidup dinyatakan mati ini muncul, pihaknya pernah merawat pasien atas nama Henri Manik di tahun 2020.

Saat itu pasien atas nama Henri Manik datang berobat ke RSU Royal Prima Medan dibawa oleh keluarganya bernama Glora Pasaribu.

Henri Manik berobat menggunakan kartu BPJS kelas III.

Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella)

"Sebenarnya pasien atas nama Henri Manik memang betul dirawat di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Pasien memang kami rawat menggunakan kartu BPJS kelas III," kata Yunita Eva Suzana, Sabtu (2/4/2022).

Ia menjelaskan, setibanya di RSU Royal Prima, pihak keluarga langsung mendaftar.

Anehnya, identitas pasien juga terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

"Pada saat mendaftar ke kami itu didampingi oleh keluarga bernama ibu Glora Pasaribu. Beliau melengkapi semua data pasien termasuk kartu BPJS, kartu keluarga dan surat keterangan dari Dukcapil telah melakukan perekaman e-KTP," sebutnya.

Eva melanjutkan, pasiennya itu saat tiba di rumah sakit dalam keadaan darurat dan segera membutuh pertolongan medis.

"Saat itu kondisi pasien yang kami dapat informasi dari dokter di UGD bahwa emergency.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved