Kanwil Kemenag Banten dan Infradigital Gelar Anugerah Inovasi Madrasah Digital Tahun 2022

Kanwil Kemenag Provinsi Banten bekerjasama dengan Infradigital bekerjasama menjalankan program Anugerah Inovasi Madrasah Digital Provinsi Banten.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa/dok acara
Kanwil Kemenag Provinsi Banten bekerjasama dengan Infradigital bekerjasama menjalankan program Anugerah Inovasi Madrasah Digital Provinsi Banten tahun 2022. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kanwil Kemenag Provinsi Banten bekerjasama dengan Infradigital bekerjasama menjalankan program Anugerah Inovasi Madrasah Digital Provinsi Banten tahun 2022.

Program ini sejalan dengan program prioritas Kemenag beserta Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah untuk transformasi digital.

Sebelumnya, Infradigital juga telah sukses menjalankan program serupa di Jawa Timur dan telah membantu ribuan madrasah digitalisasi.

Program ini ditujukan untuk percepatan dan pemerataan digitalisasi madrasah di provinsi Banten yang akan dibagi atas beberapa rangkaian kegiatan yang diikuti madrasah.

Kegiatan akan dilakukan mulai dari webinar sosialisasi, pelatihan dan pendampingan secara langsung, pemetaan dan penilaian digitalisasi madrasah, serta penghargaan dalam bentuk Acara Puncak Anugerah Inovasi Madrasah Digital Banten Tahun 2022.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman mengatakan, saat ini perlu adanya penguatan digitalisasi di masa pandemi Covid-19, harus melek teknologi dan tidak gaptek dengan dunia digital.

Baca juga: Ternyata Lokasi di Banten Ini Jadi Tempat Favorit Penyelundupan Narkoba, Polisi Beri Alasannya

Hal tersebut diharapkan dapat diaplikasikan pada madrasah di Banten.

Nanang berharap semua madrasah di Banten tidak lagi memiliki pemikiran untuk semuanya dilakukan secara manual dan mengajak untuk melek digital agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

Baca juga: Gandeng Kantor Kemenag dan Pengadilan Agama, Pemkot Tangerang Luncurkan Layanan Jadian dan Udahan

"Sekarang madrasah tidak hanya dijadikan second choice atau alternative choice bagi orangtua ataupun siswa untuk masuk ke lembaga pendidikan," kata Nanang dalam keterangan persnya, Senin (4/4/2022).

"Sekarang sudah dijadikan first choice, maksudnya menjadi pilihan utama orangtua untuk menyekolahkan anaknya di madrasah. Namun, masih banyak yang kurang dari sisi sarana prasarana yang belum bisa mengimbangi banyaknya pendaftar. Hal ini yang menjadi perhatian kita," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhtadi selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Provinsi Banten.

Beliau berpendapat bahwa madrasah harus mampu bersaing baik pada tingkat nasional hingga internasional.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan transformasi digital madrasah.

“Sekarang bukan lagi besar mengalahkan kecil, sekarang ini siapa yang cepat dia yang dapat. Jadi, siapa yang cepat melakukan perubahan maka akan mengalahkan yang lambat. Untuk itu, kami bekerjasama dengan Infradigital," kata dia.

"Mudah-mudahan madrasah di Banten dengan cepat dapat melakukan perubahan transformasi digitalisasi,” jelas Muhtadi.

Sementara itu, Ian McKenna, selaku CEO Infradigital, mengungkapkan rasa senangnya atas kerjasama yang terjalin antara Infradigital dengan Kemenag Provinsi Banten untuk membantu transformasi digital madrasah.

Baca juga: Gandeng Kantor Kemenag dan Pengadilan Agama, Pemkot Tangerang Luncurkan Layanan Jadian dan Udahan

Menurut Ian, Infradigital mengaku senang bisa bekerjasama dengan Kementrian Agama Provinsi Banten sehingga dapat melihat secara langsung semangat madrasah di Banten untuk digitalisasi, mendampingi, bahkan memberikan penghargaan untuk mereka yang tidak hanya sudah canggih dalam digitalisasi madrasah.

"Tapi juga untuk operator dan madrasah yang berusaha keras melakukan digitalisasi bersama-sama dengan kami," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved