Ramadan 2022

Hari Ketiga Puasa, 10 Remaja Tangerang Digelandang Polisi Gara-gara Perang Sarung Isi Batu

Hari ketiga pelaksanaan puasa Ramadan 1443 H diwarnai tawuran perang sarung antar remaja di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Polresta Tangerang mengamankan 10 remaja yang melaksanakan perang sahur berisikan batu saat mendekati sahur di bulan puasa 1443 H, Selasa (5/4/2022) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Hari ketiga pelaksanaan puasa Ramadan 1443 H diwarnai tawuran perang sarung antar remaja di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Tapi, sarungnya berisikan batu yang banyak sehingga bisa melukai lawannya.

Gangguan ketertiban tersebut ditemukan Polsek Tigaraksa saat menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah hukumnya, Selasa (5/4/2022) dini hari.

Operasi Cipkon digelar untuk mengantisipasi aksi balap liar, perang petasan, dan perang sarung.

"Saat melaksanakan patroli, personel mendapati sekelompok remaja yang sedang melakukan aksi tawuran," ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Baca juga: Sistem Satu Arah Jalan Daan Mogot Tangerang Akan Dimaksimalkan, Sebulan Beroperasi Ini Hasilnya

"Juga perang sarung di beberapa lokasi yaitu di kawasan Katomas, Sodong, dan Tapos," sambungnya.

Pasalnya, para remaja itu memodifikasi sarung yang pada bagian ujung sarung diikat atau dibuat simpul.

Polresta Tangerang mengamankan 10 remaja yang melaksanakan perang sahur berisikan batu saat mendekati sahur di bulan puasa 1443 H, Selasa (5/4/2022) dini hari.
Polresta Tangerang mengamankan 10 remaja yang melaksanakan perang sahur berisikan batu saat mendekati sahur di bulan puasa 1443 H, Selasa (5/4/2022) dini hari. (ISTIMEWA)

Menggunakan sarung itulah para remaja melakukan aksi tawuran yang meresahkan warga sebab tak jarang simpul sarung diisi dengan batu.

Polisi kemudian mengamankan 10 orang remaja lalu membawanya ke Mako Polsek Tigaraksa untuk diberikan pembinaan.

Para remaja kemudian didata dan dimintai keterangan lebih lanjut.

“Selanjutnya akan dipanggil dan diserahkan kepada orangtua untuk membuat surat pernyataan agar tidak akan mengulangi perbuatan," tandas Zain.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved