Cerita Kriminal

Remaja di Bekasi Tewas Saat 2 Kelompok Bentrok, Nurdin Yakin Anaknya Jadi Korban Salah Sasaran

Tawuran dua kelompok remaja di Jalan Raya Tambun Utara, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi telan korban jiwa, Selasa (5/4/2022).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
ThinkStock via Kompas
Ilustrasi tewas - Tawuran dua kelompok remaja di Jalan Raya Tambun Utara, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi telan korban jiwa, Selasa (5/4/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN UTARA - Tawuran dua kelompok remaja di Jalan Raya Tambun Utara, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi telan korban jiwa, Selasa (5/4/2022) dini hari. 

Korban diketahui berinisial DA (14), orangtua meyakinkan putranya bukan bagian dari pelaku tawuran melainkan korban salah sasaran.

Hal ini disampaikan Nurdin ayah korban, anaknya bukan tipikal remaja nakal yang suka melakukan aksi tawuran sebagai sarana mencari jati diri. 

"Kalau menurut saya salah sasaran, karena anak saya Alhamdulillah enggak pernah yang namanya ikut tawuran," kata Nurdin kepada wartawan. 

Nurdin menyebutkan, putranya merupakan lulusan pesantren dan dikenal sebagai sosok mandiri.

Baca juga: Tawuran di Bekasi Renggut Nyawa Remaja, Korban Pamit Beli Mi Goreng Lalu Tergeletak Tak Bernyawa 

"Anak saya kan pesantren, rajin ngaji juga, belom pernah anak saya tawuran, enggak pernah keluar rumah, apa-ap sendiri nyuci motoe sendiri," ujarnya. 

Saking mandirinya, DA bahkan kerap memasak sahur untuk orangtuanya.

Ilustrasi bentrokan ormas
Ilustrasi bentrokan ormas (net google)

Untuk itu, Nurdin sangat yakin putranya tidak pernah terlibat tawuran

"Sampai makan sahur saya dimasakin sambel sama dia, saya minta tolong kepada kepolisian tolong diusut," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, video aksi tawuran dua kelompok remaja viral di media sosial, mereka saling serang menggunkan senjata tajam. 

Akibat kejadian itu, seorang remaja berinisial DA (14) tewas dengan luka sabetan senjata tajam, ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi

Nurdin (54) orangtua korban mengatakan, malam kejadian putranya pamit sekira pukul 23.30 WIB untuk membeli mi goreng. 

"Setengah 12 minta duit saya kasi Rp20 ribu, saya kurang tahu semalem dia pergi bawa motor apa enggak," kata Nurdin kepada wartawan. 

Nurdin setelah itu tidak lagi memantau keberadaan anaknya, dia baru mendapatkan kabar mengejutkan sekira pukul 02.00 WIB. 

"Saya dapat kabar dari temannya, anak saya sudah tergeletak enggak sadar belum tahu udah meninggal apa belum akhirnya saya suruh bawa ke rumah sakit," jelas dia.

Baca juga: Gagalkan Aksi Tawuran, Polsek Bojonggede Terima 1 Motor Trail dari Kapolda Metro Jaya

DA kata Nurdin, mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan dada. Dokter rumah sakit terdekat merujuk korban ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk penanganan lebih lanjut. 

"Luka di bagian kepala terus sama dada akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Bekasi nah disitu anak saya udah dinyatakan meninggal," ucapnya. 

Informasi terbaru, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tawuran hingga menyebutkan satu orang korban jiwa.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved