Ramadan 2022

Jangan Khawatir, Ini Sederet Ibadah Pengganti untuk Wanita Haid Selama Ramadan

Tak perlu khawatir tak bisa beribadah, masih ada sederet amalan untuk wanita haid selama Ramadan, apa saja?

Editor: Muji Lestari
Freepik
Ilustrasi haid 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tak perlu khawatir tak bisa beribadah, masih ada sederet amalan untuk wanita haid selama Ramadan, apa saja?

Perempuan dewasa pada umumnya tidak akan bisa melakukannya puasa penuh selama sebulan.

Sudah menjadi kodrat bahwa perempuan akan mendapatkan haid setiap bulannya.

Sebagian besar mungkin muslimah merasa sedih karena tidak bisa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Baca juga: 5 Amalan untuk Meraih Keistimewaan 10 Hari Pertama Ramadan, Perbanyak Zikir hingga Ibadah Sunnah

Namun jangan sedih, tidak bisa berpuasa bukan berarti tidak dapat melakukan ibadah sama sekali.

Apalagi bulan Ramadan semua pahala dapat dilipat gandakan.

Oleh karenanya, ada beberapa ibadah yang bisa dilakukan selama haid.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat Baca Sholawat Nariyah dan Sholawat Jibril Selama Ramadan, Ini Keutamaannya

1. Mencari Ilmu

Dalam Islam, mencari ilmu adalah salah satu ibadah. Selain itu mencari ilmu dalam Islam sifatnya wajib (faridlah).

Manfaatnya tidak hanya dirasakan pada diri sendiri. Tapi juga pada orang lain.

Mencari ilmu, bisa dilakukan secara sendiri lewat baca buku atau kitab. Dapat pula mengikuti bimbingan guru atau perkumpulan. Menuntut ilmu tersebut setara ibadahnya dengan jihad.

“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)

2. Membaca Al Quran

Ada berbagai pendapat yang dimunculkan dari ibadah yang satu ini.

Ada yang tidak memperbolehkan sama sekali. Namun ada juga yang memperbolehkan, tapi tidak menyentuh mushaf atau Al Quran itu sendiri

Di sisi lain, ada beberapa pendapat yang membolehkan dengan syarat, membolehkan membaca Al Quran (tanpa menyentuhnya) dengan niat dzikir, doa, atau mempelajarinya.

"Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdoa, atau mencari berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apa pun (selama tidak berniat membaca Al-Quran) maka (membaca Al Quran bagi perempuan haid) tidak diharamkan.

Kerena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah Al Quran kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca Al Quran. Walaupun bacaan itu seseungguhnya adalah bagian dari Al Quran semisal surat al-ikhlas." (I'anatuth Thalibin).

Baca juga: Sahkah Puasa Jika Kita Tidur Sepanjang Hari? Begini Penjelasan Buya Yahya

3. Berbuat Kebaikan

Di samping ibadah dalam bentuk spritual, ibadah dalam Islam juga diajarkan lewat kebaikan. Di antaranya membantu sesama atau memperbanyak kegiatan yang meringankan beban orang lain. Bisa berupa donor darah, memberikan makan pada masyarakat yang membutuhkan dan lainnya.

4. Berdzikir

Tidak ada batasan kapan dan dimana dzikir dapat dilakukan. Islam menganjurkan untuk selalu mengingat Allah dimana pun dan kapan pun.

Rasulullah sendiri pernah mengatakan betapa pentingnya dzikir bagi kehidupan.

“Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”. (HR. Bukhari)

Perempuan haid atau nifas, sangat dianjurkan untuk melakukan ibadah ini. Terutama di bulan Ramadan.

5. Memberi Makan pada yang Berbuka

Tidak dapat berpuasa karena haid tentu tidak menjadi pantangan bagi kita untuk melakukan ibadah seperti berbagi. Ada pahala yang menunggu jika seseorang mau berbagi makanan saat berbuka puasa. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah lewat hadisnya.

“Siapa memberi makan orang berpuasa, maka restu pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR Tirmizi)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved