Direktur Rispenindo: Moeldoko Effect Masih Menggelinding dalam Isu Strategis di Tanah Air

Moeldoko Effect ternyata masih menggelinding dalam isu strategis di tanah air. Istilah Moeldoko Effect muncul pada pertengahan tahun 2021.

Editor: Wahyu Septiana
KOMPAS/KRISTIAN ERDIANTO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko - Moeldoko Effect ternyata masih menggelinding dalam isu strategis di tanah air. Istilah Moeldoko Effect muncul pada pertengahan tahun 2021. 

TRIBUNJAKARTA.COM, - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta permasalahan yang melibatkan Ali Mochtar Ngabalin bisa diselesaikan dengan baik.

Sebelumnya, beredar surat palsu yang mengatasnamakan Kantor Staf Presiden (KSP) yang ditandatangani oleh Tenaga Ahli Utama Ali Mochtar Ngabalin yang bertujuan meminta bantuan dana.

Dalam acara konfrensi pers, Moeldoko menyatakan bahwa pencatutan nama KSP sudah sering terjadi.

Terakhir kali terjadi pencatutan nama KSP surat yang ditujukkan kepada Walikota Cirebon.

"Ini bukan yang pertama tapi sering terjadi. Untuk itu masalah ini harus diselesaikan dengan tuntas," kata Moeldoko.

Moeldoko Effect ternyata masih menggelinding dalam isu strategis di tanah air. Istilah Moeldoko Effect muncul pada pertengahan tahun 2021.

Baca juga: Sekjen Heikal Safar Ingin Hibahkan Priboemi ke Moeldoko

Effect yang dimunculkan dengan hantaman positif maupun negatif justru sebaliknya telah menjadikannya kuantum.

Dalam penelusuran KBBI, Kuantum berarti, banyak dan energi. Dalam Merriam Webster Dictionary menyebutkan bahwa Quantum dapat berarti besar dan signifikan.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, saat konferensi pers, di kediamannya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2021) sore.
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, saat konferensi pers, di kediamannya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2021) sore. (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Walaupun istilah ini sering ditemukan pada kamus fisika, Kuantum sudah sering dipakai dalam masyarakat dengan kalimat lompatan besar.

Direktur Lembaga Riset dan Penelitian Indonesia (RISPENINDO), George Kuahaty melihat bahwa Moeldoko effect masih berlanjut.

"Kehadiran Moeldoko dalam situasi apapun masih menjadikannya magnet," kata dia.

Pada kasus surat palsu, memperlihatkan bagaimana saktinya peran KSP yang dikomandoi Moeldoko dipakai untuk kepentingan sesat oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Ini bukan berbicara soal surat palsu, tapi nama siapa yang dicatut. Nama Moeldoko bukan sekedar nama biasa di Indonesia. Justru sebaliknya dengan isu yang bersifat tone negatif telah menjadikan nama Moeldoko bergerak secara kuantum politik," ujar George.

Menurut George, daya pegas isu yang menimpa Moeldoko jelas mendongkrak popularitas, aksesibilitas dan Elektabilitas.

Hal ini bisa terjadi karena Moeldoko telah menjadi korban dan hinaan secara tidak langsung.

"Tonenya berubah menjadi positif," imbuhnya.

Baca juga: Butuh Tokoh Nasional Tangguh, Alasan Sekjen Heikal Ingin Hibahkan Priboemi ke Moeldoko

Kuantum Politik Moeldoko tercipta secara alamiah. Hal ini yang ditakutkan para pesaingnya.

"Ibarat Daud melawan Goliat demikian halnya peran Moeldoko ketika menghadapi hal hal besar yang tidak mungkin bisa dihadapi, tapi pada waktunya Goliat bisa terkalahkan dengan kejutan yang tidak terpikirkan sebelumnya," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved