Arief Rosyid Dipecat karena Palsukan Tanda Tangan JK, Aktivis Remaja Masjid: Tak Perlu Dibela!

Sedek menyayangkan apa yang dilakukan Arief Rosyid Hasan selama duduk di lembaga yang mengayomi masjid.

Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews.com
Muhammad Arief Rosyid Hasan, mantan Ketua Umum PB HMI atau Himpunan Mahasiswa Islam - Sedek menyayangkan apa yang dilakukan Arief Rosyid Hasan selama duduk di lembaga yang mengayomi masjid. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Reaksi terus bermunculan paska aktivis kepemudaan Arief Rosyid Hasan resmi dipecat dari kepengurusan dan keanggotaan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Tindakan pemalsuan tanda tangan Ketua Umum DMI H.M. Jusuf Kalla pada surat undangan yang ditujukan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia yang dilakukan Arief Rosyid mengundang banyak kecaman.

Satu di antaranya datang dari Sedek Rahman Bahta, aktivis kepemudaan yang malang melintang di organisasi keislaman dan remaja masjid.

Sedek menyayangkan apa yang dilakukan Arief Rosyid Hasan selama duduk di lembaga yang mengayomi masjid.

“Secara garis besar kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Saudara Arief Rosyid. Apalagi tindakan itu dilakukan di lembaga kemasjidan. Dewan Masjid Indonesia itu kan lembaga yang mengayomi seluruh masjid di republik ini, ini yang tidak patut terjadi," ujar Sedek kepada awak media.

Sedek yang mantan Sekjen Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) juga mengapresiasi Dewan Masjid Indonesia yang segera mengambil tindakan tegas kepada Arief Rosyid Hasan dan berharap tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum.

Baca juga: Buntut Palsukan Tanda Tangan JK, Arief Rosyid yang Dipecat DMI Kini Diminta Mundur dari YPIC

“Kami mengapresiasi langkah pemecatan dan evaluasi yang dilakukan DMI. Di ranah hukum pidana ini termasuk delik aduan. Jadi yang merasa dirugikan yang bisa melaporkan hal itu,” jelas Sedek.

Ia menambahkan, kasus pemalsuan tanda tangan ini jelas memunculkan keraguan atas integritas Arief Rosyid

“Pak Presiden melalui Menteri BUMN Erick Thohir kan merupakan pemegang saham mayoritas. Menteri BUMN tidak bisa lagi menutup mata. Untuk apa lagi membela dan mempertahankan Arief Rosyid!" tegas Sedek.

Meski demikian, Sedek yakin Menteri BUMN yang mengusung tagline AKHLAK sebagai core value semua perusahaan BUMN akan melakukan tindakan evaluasi yang tepat.

Baca juga: Dewan Masjid Indonesia Pecat Arief Rosyid dari Kepengurusan, Ini Penyebabnya

“Kita tahu bahwa Pak Erick tidak akan mengambil resiko ini untuk membelanya. Langkah yang tepat kan pemegang saham sudah tahu. Misalnya, dicopot atau lainnya itu. Pemegang saham harus mengambil tindakan. Ini kan soal persepsi publik terhadap BSI. Menteri BUMN juga tidak boleh mendiamkan peristiwa ini karena khawatir disalahtafsirkan publik,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved