Banyak Pelajar Diciduk saat Demo Tolak Presiden 3 Periode, Wagub Ariza Minta Fokus Sekolah!

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria buka suara menyoal pelajar yang mengikuti aksi unjuk rasa pada Senin (11/4/2022).

Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Senin (7/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria buka suara menyoal pelajar yang mengikuti aksi unjuk rasa pada Senin (11/4/2022).

Di tengah aksi demonstrasi ribuan mahasiswa, rupanya ada juga pelajar dan emak-emak yang turut menyuarakan aspirasi menolak wacana tiga periode Presiden Joko Widodo serta kebijakan pemerintah yang dianggap membebani rakyat.

Sebagai contoh, di kawasan Patung Kuda terdapat puluhan pelajar yang diciduk pihak kepolisian.

Massa aksi demonstrasi yang tergabung dalam BEM SI menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022). Pada aksi tersebut mereka menuntut agar wakil rakyat tetap menjalankan amanat konstitusi dengan tidak memperpanjang masa jabatan presiden.
Massa aksi demonstrasi yang tergabung dalam BEM SI menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022). Pada aksi tersebut mereka menuntut agar wakil rakyat tetap menjalankan amanat konstitusi dengan tidak memperpanjang masa jabatan presiden. (Tribunnews/Jeprima)

Terkait hal ini, orang nomor dua di DKI menjadikannya sebagai sebuah pembelajaran untuk ke depannya.

"Tentu ini jadi pembelajaran. Kami sudah ingatkan, bukan berarti menutup ruang demokrasi bagi para pelajar, pelajar. Sebaiknya fokus pada sekolah, apalagi memasuki perguruan tinggi yang kelas 12 fokus di sekolah," katanya di Balai Kota DKI, Senin (11/4/2022) malam.

Baca juga: Nasib Pos Polisi Pejompongan, 3 Kali Dibakar Massa Demonstrasi Sejak Era Presiden SBY hingga Kini

Menurutnya, biarlah demonstrasi disampaikan oleh para mahasiswa yang lebih memahami isi yang disuarakan.

Ia meminta agar para guru dan orang tua kian menjaga siswanya untuk menghindari hal serupa.

"Biarlah aktivitas ini kita beri kesempatan kakak-kakak yang di kemahasiswaan, pelajar tidak usah ikut. Harapan kami para guru, para ortu menjaga anak-anaknya. Jangan sampai nanti pelajar yang tidak mengerti asal ikut-ikut, nanti malah menjadi korban," ungkapnya.

Imbauan Disdik DKI H-1 Unras

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta imbau orangtua untuk antar dan jemput anaknya saat pulang sekolah.

Imbauan ini diberikan agar mencegah para pelajar, khususnya siswa STM untuk bergerak dalam demonstrasi 11 April 2022 besok.

"Besok kita tambahan imbauan orangtua dipastikan untuk diupayakan mengantar dan menjemput," jelas Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja Gah, Minggu (10/4/2022).

Koordinator BEM SI Kaharuddin memimpin orasi dalam saat unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Koordinator BEM SI Kaharuddin memimpin orasi dalam saat unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. (Istimewa)

Bila tak bisa menjemput maka para orangtua murid bisa memberi tahukan kepada pihak sekolah melalui wali kelas.

Sehingga, pergerakan siswa esok hari masih dapat dikontrol.

"Kalau tidak mungkin juga paling tidak ada koordinasi dengan pihak wali kelas jaga anak itu kemana. Jadi harus kita tahu, supaya saling mengontrol lah saling menjaga orangtua di rumah, guru di sekolah. Jangan sampai nanti orangtua gak tahu, guru juga gak tahu kemana anaknya, makanya perlu komunikasi efektif antara orangtua dan guru," ungkapnya.

Didik DKI: Lihat Urgensi, Sedang PTM 100 Persen dan Bulan Puasa

Ajakan siswa, khususnya STM untuk bergerak dalam demonstrasi 11 April 2022 telah beredar di media sosial.

Guna mencegah hal tersebut, Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja Gah  mengatakan pihaknya tak bisa melarang para siswa untuk tidak ikut dalam demonstrasi tersebut.

Pasalnya, demonstrasi menyuarakan aspirasi dilindungi oleh Undang-Undang (UU).

Baca juga: Kapolda Metro Sebut Pelajar yang Terlibat Unjuk Rasa Depan Gedung DPR Digerakkan Orang Lain

Namun, ia mengingatkan faktor keharusan yang mendesak atau urgensi keikutsertaan para siswa dalam aksi demonstrasi tersebut.

"Jadi kami kan tau demo itu kan hak itu demokrasi warga negara yang dilindungi UU, tapi kita mesti melihat urgensitas siswa-siswa ikut demo," imbuhnya.

Anak buah Gubernur Anies ini mengungkapkan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk menyampaikan kepada para guru terkait aksi demonstrasi yang digelar esok hari.

Kemudian para guru memberikan arahan dan pemahaman kepada para orangtua murid bahwa ada yang lebih penting ketimbang mengikuti demonstrasi.

"Guru menyampaikan kepada semua orangtua, agar kita memberikan pemahaman kepada mereka para siswa bahwa aktivitas besok itu bukan tidak boleh, tetapi kita ingin menyampaikan kepada mereka ada hal yang lebih penting dari hal itu, satu mereka kan sedang PTM 100 persen, yang kedua kondisi juga bulan puasa. Jadi artinya tidak dalam kapasitas membolehkan gitu loh. Tapi untuk anak-anak kita diharapkan tidak berpartisipasi," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved