Takut SMS Dibaca, Suami Lempar Istri ke Ranjang dan Lakukan Kekejaman Ini

Polsek Tapung Hilir di Kabupaten Kampar, Riau, menangkap seorang pria pelaku penganiayaan berinisial MY (56).

Tribunnews.com
Ilustrasi Pelaku KDRT 

TRIBUNJAKARTA.COM, PEKANBARU - Polsek Tapung Hilir di Kabupaten Kampar, Riau, menangkap seorang pria pelaku penganiayaan berinisial MY (56).

Korban penganiayaan tersebut adalah istri MY, Sunarsih (51). Kapolsek Tapung Hilir AKP Aprinaldi mengatakan, pelaku dan korban merupakan warga Desa Gerbang Sari, Kecamatan Tapung Hilir.

"Pelaku MY menganiaya istrinya. Lalu, istrinya melaporkan ke Polsek Tapung Hilir dan kita lakukan penangkapan," ujar Aprinaldi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/4/2022).

Aprinaldi mengatakan, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Jumat (8/4/2022), sekitar pukul 09.30 WIB.

Awalnya, korban melihat ada pesan SMS masuk di handphone suaminya.

Baca juga: Ponsel Ade Armando Dirampas saat Peristiwa Penganiayaan Terjadi, Driver Ojol Ini Muncul Bak Pahlawan

Korban bertanya ke suaminya siapa yang SMS.

Namun, pelaku menjawab tidak ada dan menghapus pesan tersebut yang membuat korban semakin curiga suaminya menerima pesan dari wanita lain.

"Korban merasa tidak percaya dan bertanya lagi ke suaminya kenapa SMS dihapus. Saat itu, pelaku marah dan membanting tubuh istrinya ke atas tempat tidur," kata Aprinaldi.

Baca juga: Kasus KDRT Bagai Gunung Es, Dokter Forensik RSUD Tarakan: Korban Bisa Jadi Pelaku

Korban berusaha melawan. Namun, pelaku memegang kedua tangan korban.

Tidak sampai di situ, korban memukul pipi kanan korban dan mengancam akan mematahkan tangan korban.

Setelah itu, masih terjadi adu mulut. Pelaku yang emosinya memuncak mencekik leher istrinya.

Baca juga: RSUD Tarakan DKI Jakarta Buka Pemulihan Gratis Bagi Korban KDRT: Begini Alur Pelayanannya

"Korban meminta tolong sama anaknya yang bernama Rico. Setelah itu, pelaku melepaskan tangannya dari leher korban," tutur dia. 

Akibat dari kejadian tersebut, korban merasa dirugikan dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Tapung Hilir guna pengusutan lebih lanjut. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menangkap pelaku pada Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pelaku ditangkap saat berada di rumah salah satu warga. Pelaku dijerat Pasal 44 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Rumah Tangga Jo Pasal 64 KUHPidana. Ancaman hukumannya yaitu lima tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Hapus SMS, Suami Pukul Istri hingga Berujung Penjara di Kampar", 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved