Ragam Reaksi Keluarga Sejoli Nagreg Tahu Kolonel Inf Priyanto Dituntut Hukuman Seumur Hidur

Keluarga korban sejoli Nagreg bereaksi atas tuntutan hukuman seumur hidup kepada Kolonel Inf Priyanto dalam perkara pembunuhan berencana.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kolonel Inf Priyanto saat berunding dengan penasihat hukumnya di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Kamis (21/4/2022). Keluarga korban sejoli Nagreg bereaksi atas tuntutan hukuman seumur hidup kepada Kolonel Inf Priyanto dalam perkara pembunuhan berencana. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Keluarga korban sejoli Nagreg bereaksi atas tuntutan hukuman seumur hidup kepada Kolonel Inf Priyanto dalam perkara pembunuhan berencana.

Oditurat Militer Tinggi II Jakarta juga menuntut Kolonel Inf Priyanto divonis pemecatan dinas dari TNI AD .

Priyanto dituntut bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap sejoli Nagreg, Handi Saputra (17) dan Salsabila (14) karena membuang kedua korban ke Sungai Serayu.

Ibunda Salsabila, Suryati mengaku tak ingin balas dendam pada para penabrak Handi dan anaknya, terutama Kolonel Inf Priyanto.

Ibu Salsabila, Suryati (41), mengatakan menanggapi terkait tuntutan kepada terdakwa, mau hukuman seumur hidup atau hukum mati, bagi keluarga sama saja.

Baca juga: Kolonel Priyanto Ajukan Pembelaan Atas Tuntutan Penjara Seumur Hidup dan Pemecatan Dinas TNI

"Dari awal kami sudah menyerahkannya kepada hukum kepada yang berwenang sesuai dengan pasal-pasalnya. Lagian bagi keluarga sampai sini sudah tenang, terutama bagi almarhumah sudah tenang di alam sana," ujar Suryati, di kediamannya, yang berada di Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (21/4/2022).

Suryati mengatakan, mudah-mudahan hukum yang diberikan, merupakan hukum yang seadil-adilnya.

Suryati, ibunda Salsabila korban kecelakaan di Nagreg yang dibuang di Sungai Serayu oleh Kolonel Inf Priyanto. Suryati mengaku tak ingin balas dendam atas meninggalnya Salsabila.
Suryati, ibunda Salsabila korban kecelakaan di Nagreg yang dibuang di Sungai Serayu oleh Kolonel Inf Priyanto. Suryati mengaku tak ingin balas dendam atas meninggalnya Salsabila. (Lutfi ahmad mauludin/tribunjabar)

"Semuanya saya serahkan kepada pihak yang berwenang. Alhamdulillah, setiap persidangan berjalan bagus," kata Suryati.

Suryati mengaku, keluarganya tak ingin balas dendam kepada pelaku, yang penting ia diberi hukuman dengan seadil-adilnya.

"Apalagi sebelum korban ditemukan, yang penting korban bisa ditemukan, saat sudah ditemukan tenang," katanya.

Baca juga: Alasan di Balik Kolonel Priyanto Tak Dituntut Hukuman Mati: Akui Salah hingga Kutip Panglima TNI

Reaksi Paman Salsabila

Sementara itu, paman korban Salsabila, Deden Sutisna (41), tak mempermasalahkan tuntutan hukuman kepada terdakwa, pidana penjara seumur hidup.

"Dari awal saya sudah katakan, kami serahkan kepada pengadilan militer, mau hukuman seumur hidup mau hukuman mati, kami ikutin aja alur daripada pengadilan militer," ujar Deden, saat berada di kediaman keluarga korban, yang berada di Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (21/4/2022).

Deden mengungkapkan, memang awalnya di media sosial sudah digembor-gembor, pasti dia terkena hukuman mati, karena terjerat pasal berlapis, saat sidang juga ada masukan-masukan pasti hukuman mati.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved