Viral di Media Sosial

Dugaan Perundungan Pelajar Terjadi di Depok, Korban dan Pelaku Anak Berkebutuhan Khusus

Sebuah video yang menampilkan aksi perundungan di dalam kelas sebuah sekolah beredar luas dan viral di sosial media.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Situasi SDN Depok Baru 08 - Sebuah video yang menampilkan aksi perundungan di dalam kelas sebuah sekolah beredar luas dan viral di sosial media. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sebuah video yang menampilkan aksi perundungan di dalam kelas sebuah sekolah beredar luas dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, nampak seorang pelajar berseragam merundung pelajar lainnya, hingga menduduki kepalanya.

Dari hasil penelusuran, ternyata dugaan aksi perundungan itu terjadi di SDN Depok Baru 08, Pancoran Mas, Kota Depok.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kepala Sekolah SDN Depok Baru 08, Kusrini Maryati, tak menepis adanya informasi adanya dugaan aksi perundungan tersebut.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa murid yang terlibat dalam dugaan aksi perundungan ini, baik korban atau pelaku, merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) seluruhnya.

Baca juga: Rampung Buka Puasa, Damkar Depok Disibukkan Evakuasi Mobil Terperosok di Kali

"Kejadian itu kemarin, sangat cepat karena itu ABK semua," ujar Kusrini saat ditemui wartawan di sekolahnya, Jumat (22/4/2022).

Kusrini menjelaskan, anak dalam video yang dirundung tersebut berinisial GI (13), sementara yang melakukan kekerasan adalah JO (13).

"Mereka sama-sama anak ABK satu kelas gak pernah seperti itu, itu baru kejadian. Biasanya dia malah melapor kalau ada teman-temannya yang berantem setahu saya," tuturnya.

Kepala Sekolah SDN Depok Baru 08, Kusrini Maryati, saat ditemui wartawan, Jumat (22/4/2022).
Kepala Sekolah SDN Depok Baru 08, Kusrini Maryati, saat ditemui wartawan, Jumat (22/4/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Ada satu temannya lagi yang cuma nonton saja kemudian ikutan videokan, dia anak ABK juga tapi iq-nya lebih tinggi," ujarnya.

Terakhir, ia mengatakan bahwa kasus ini sudah selesai dan orang tua dari para anak tersebur sudah saling memafkan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved