Hasil Nabung 7 Tahun Buat Bangun Rumah Ludes, Driver Ojol Bak Terhipnotis Terima Telepon Nomor Asing

Driver ojek online (ojol) bernama Irwanuari Kiswanto bak terhipnotis tatkala menerima panggilan telepon dari nomor asing.

Editor: Siti Nawiroh
SHUTTERSTOCK
ilustrasi uang. Nasib malang menimpa seorang driver ojol karena tabungannya raib sebanyak Rp 65 juta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Driver ojek online (ojol) bernama Irwanuari Kiswanto bak terhipnotis tatkala menerima panggilan telepon dari nomor asing.

Mengikuti semua perintah yang diberikan si penelpon, Irwan malah bernasib nahas.

Pasalnya, uang yang sudah ia tabung selama 7 tahun pun ludes dalam waktu sekejab mata.

Total uang Irwan yang raib berjumlah Rp 65 juta yang rencananya akan dipakai membangun rumah.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/4/2022) sekitar pukul 11.44 WIB.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Ciledug Raya, Driver Ojol Tewas Seketika Usai Tabrak Trotoar dan Terpental

Kronologi Kejadian

Mulanya, Irwan saat itu sedang mengantarkan penumpang dari Menoreh Sampangan ke UNES.

Ketika diperjalanan, ia mendapat panggilan dari sebuah nomor asing lewat WhatsApp.

Penelepon itu menggunakan nomor WhatsApp 1(401)777-7910. Dan mengaku dari sebuah bank terkemuka milik pemerintah.

ilustrasi uang
ilustrasi uang (SHUTTERSTOCK)

Irwan ketika ditelpon diimingi-imingi mendapatkan hadiah undian berupa TV, handphone dan motor.

Ketika itu, ia tak terlalu menggubris karena sedang mengantarkan penumpang.

Selepas orderan ditunaikan, ia kembali dihubungi nomor tersebut.

Pelaku lantas mengirimkan sebuah tautan kepada Irwan denagn alasan untuk melihat poin hadiah di bank tersebut.

Kemudian Irwan diminta untuk meng-klik tautan tersebut yang tersambung ke akun mobile banking yang ia gunakan.

Kala itu, Irwan mengaku seperti terhipnotis dan langsung menuruti perintah dari pelaku.

"Saat itu pikiran saya kosong, nge-blank.

Saya tiba-tiba menurut saja perintah penelpon itu," beber Irwan.

Ia pun lalu mengklik link yang dikirim pelaku via SMS.

Baca juga: Driver Ojol Beraksi Seorang Diri Habisi Pacar Anak Tiri, Niat Menegur Malah Kebablasan Menghabisi

Korban diminta memberitahukan kode One time pasword (OTP).

Padahal kode OTP adalah kode verifikasi atau kata sandi sekali pakai yang dapat disalahgunakan jika diketahui oleh orang lain.

Alhasil uang Rp 31 juta dari ATM BRI miliknya ludes.

ilustrasi penipuan
ilustrasi penipuan (ISTIMEWA)

"Saya ikuti alur penelpon, saya seperti terhipnotis," bebernya.

Tak puas hanya kuras satu ATM, pelaku terus memperdaya korban.

Irwan diminta kode OTP bank lain miliknya dengan alasan kode OTP bank pertama tidak bisa.

Dengan lugu, Irwan memberitahukan uang Rp34 juta di rekening BCA-nya.

Ia pun kirim kode OTP bank tersebut.

Alhasil, total kerugian yang dialaminya Rp 65 juta.

"Enggak tahu kenapa, saya jawab iya, iya dan iya," ungkapnya.

Selepas itu, ia diminta menunggu selama 20 menitan.

Irwan mulai curiga saat pelaku memblokir nomornya dan beberapa pesan dihapus.

Baca juga: Keseharian Pelaku Pemukul Ade Armando Sampai Bonyok Terungkap, Ternyata Ojol dan Sering Jadi Khatib 

"Habis itu saya baru sadar. Firasat tidak enak. Benar saja. Saya cek dua ATM itu uangnya ludes semua," terangnya.

Tabungan untuk Bangun Rumah

Seusai kejadian nahas itu, Irwan segera melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah (Kompas.com/Nurwahidah)

Bukannya mendapatkan penanganan serius, ia malah ditanya, "kenapa uangnya banyak?"

"Saya jawab. Uang itu dapat kredit KUR Rp30 juta belum saya pakai. Sisanya hasil nabung 7 tahun. Rencana uang itu mau bikin rumah selepas lebaran," tuturnya.

Ia mengaku, selama ini tinggal bersama orangtuanya.

Hasil kerja jadi ojol dan kerja serabutan serta ngutang bank hanya demi bangun rumah sederhana.

"Saya ngojek sudah hampir 5 tahun. Sebelumnya kerja serabutan," terangnya.

Ia berharap, kasusnya dapat diusut tuntas.

Baginya, nilai itu sangat besar.

"Itu uang besar sekali, apa bisa balik? Saya ingin uang itu balik. Jangan semuanya, hanya separuh tidak apa-apa," jelasnya.

Irwan merasa sangat terpukul atas kejadian yang baru saja dialaminya.

"Sekarang tak punya tabungan. Cita-cita kami membangun rumah sederhana juga gagal. Tabungan itu adalah jerih payah saya selama tujuh tahun menabung," tutur Irwan.

(Fathia Oktaviani/Magang)

Diolah dari artikel yang telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Uang Tabungan Ojol Semarang Rp 65 Juta Ludes Gegara Link Undian, Ini Respons Polisi Ketika Ia Lapor

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Terima Telepon dari Nomor Asing, Tabungan Rp 65 Juta Driver Ojol di Semarang Raib Dalam Sekejap

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved