Mudik Lebaran 2022

Petugas Bakal Sisir Pelaku Travel Gelap dalam Operasi Ketupat 2022 di Depok

Lebih lanjut, Jhoni menuturkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap mobil travel yang terjaring Operasi Ketupat 2022 ini.

Dok. Polres Tuban
Ilustrasi penindakan terhadap travel gelap pada musim mudik Lebaran- Petugas gabungan mengamankan travel gelap yang nekat membawa pemudik pada masa pelarangan mudik di Pos Perbatasan Jateng-Jatim, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kamis (6/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Polri, termasuk Polres Polres Metro Depok, kembali menggelar Operasi Ketupat untuk pengamanan Lebaran 2022 selama 14 hari, mulai 28 April sampai 9 Mei 2022.

Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok sendiri menarget penindakan terhadap para pelaku travel gelap yang beraksi pada mudik Lebaran tahun ini.

"Operasi ketupat yang berlangsung selama 14 hari ini supaya mudik yang dilakukan masyarakat bisa aman dan sehat," kata Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Jhoni Eka Putra kepada wartawan, Sabtu (23/4/2022).

"Kemudian penertiban travel gelap tetap kami lakukan apabila ditemukan akan kami tindak," sambungnya lagi," sambungnya lagi.

Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2022 Mulai Terasa di Sektor Penerbangan, Angkasa Pura II Mulai Dirikan Posko

Jhoni mengatakan, biasanya para pelaku travel gelap beroperasi pada malam hari.

"Kadang mereka beraksi pagi, siang, sore. Tapi seringnya ini malam ya," jelasnya.

Satlantas Polres Metro Depok menggelar apel gabungan Operasi Ketupat 2022 di Mapolres Metro Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2022).
Satlantas Polres Metro Depok menggelar apel gabungan Operasi Ketupat 2022 di Mapolres Metro Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Lebih lanjut, Jhoni menuturkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap mobil travel yang terjaring Operasi Ketupat 2022 ini.

Baca juga: H-10 Lebaran, Kuota Mudik Gratis Kapal Laut di Pelabuhan Tanjung Priok Sisa 40 Persen

"Ya dilakukan pemeriksaan, apabila mereka menaikan atau turunkan penumpang tidak di terminal akan kami tindak," ujar Jhoni.

"Kami mengimbau pemilik perusahaan travel atau bus harus tertib untuk menghindari travel gelap di luar terminal," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved