Pandemi Ubah Cara Bertransaksi, Pengguna QRIS di Jakarta Capai 3,9 Merchant

Hingga akhir 2021 lalu, tercatat transaksi e-commerce mencapai Rp 22,4 triliun dan angka ini meningkat 8 persen dari triwulan sebelumnya

Istimewa via Tribunnews
Ilustrasi transaksi elektronik dengan scan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di minimarket. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi pembayaran elektronik di Jakarta capai 3,9 juta merchant atau toko.

Hal ini diungkap Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta Onny Widjanarko, saat diskusi virtual dengan Balkoters berjudul Jakarta jadi Pusat Bisnis Global: Tantangan dan Peluang Digital Payment.

"Target kami di tahun 2022 itu ada tambahan sebesar 600.000 merchant dan kami sudah mau titik optimal. Jadi, kalau merchant sudah menjadi 3,9 juta, saatnya kita mendorong transaksi ke toko pakai QRIS," katanya, Selasa (26/4/2022).

Adapun pihaknya menargetkan bisa menembus 4,5 juta merchant dari capaian nasional 15,1 juta merchant.

Sebab, Jakarta menjadi pusat perdagangan dan transaksi digital di Jakarta yang cukup besar.

Hingga akhir 2021 lalu, tercatat transaksi e-commerce mencapai Rp 22,4 triliun dan angka ini meningkat 8 persen dari triwulan sebelumnya sebesar Rp 21,7 triliun.

Jumlah tersebut bersumber dari empat e-commerce lokal.

Baca juga: Mudik Naik Kendaraan Pribadi, Simak Tarif Tol Trans-Jawa di Sini Lengkap dengan Link Cek Online

Baca juga: Masyarakat Antusias Borong Baju Lebaran, Ramadan Runway Targetkan Transaksi Hingga Rp 10 M

Selain itu, pandemi Covid-19 turut membuat adanya pergeseran perilaku masyarakat dalam setiap aktivitasnya.

Kewajiban masyarakat menjaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19, justru mengubah berinteraksi, berkomunikasi dan bertransaksi melalui digital.

"Berdasarkan riset Google pada 2021 lalu, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 146 miliar dollar AS. Angka itu mendekati cadangan devisa negara saat ini. Untuk Jakarta diperkirakan pangsanya tetap yang lebih besar, sekitar 65-70 persen digital di Indonesia itu, adanya di Jakarta,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved