Kebakaran Pasar Gembrong

Rumah Hangus Terbakar, Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong Butuh Seragam Sekolah dan Alat Mandi

Warga korban kebakaran Pasar Gembrong di RW 01, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur masih membutuhkan bantuan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga korban kebakaran Pasar Gembrong yang mengungsi di posko pengungsian berupa tenda darurat, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/4/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga korban kebakaran Pasar Gembrong di RW 01, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur masih membutuhkan bantuan.

Wakil Camat Jatinegara Endang Kartika mengatakan pihaknya warga Pasar Gembrong yang kini mengungsi di tenda darurat kini membutuhkan bantuan seragam sekolah untuk anak-anak.

"Banyak sekali bantuan yang sudah masuk ke kami, hanya satu kami kekurangan seragam. Ternyata kami tidak memiliki seragam sekolah," kata Endang di Jakarta Timur, Selasa (26/4/2022).

Seragam dan bantuan perlengkapan sekolah ini perlu agar ketika anak-anak korban kebakaran Pasar Gembrong sudah menjalani aktivitas seperti biasa mereka dapat bersekolah.

Bantuan lain yang dibutuhkan warga yakni perlengkapan mandi selama berada di posko pengungsian berupa tenda darurat, di mana mereka harus menggunakan toilet portabel.

Baca juga: Ribuan Warga Mengungsi, Posko Pengungsian Kebakaran Pasar Gembrong Disiagakan Selama 7 Hari

"Kemudian juga perlengkapan mandi, perlengkapan mandi juga kami belum memiliki. Untuk makanan Alhamdulillah berlimpah ruah," ujarnya.

Pihaknya berharap ada relawan membantu kebutuhan warga korban kebakaran Pasar Gembrong yang belum tercukupi, di samping menunggu distribusi bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

Warga korban kebakaran Pasar Gembrong yang mengungsi di posko pengungsian berupa tenda darurat, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/4/2022)
Warga korban kebakaran Pasar Gembrong yang mengungsi di posko pengungsian berupa tenda darurat, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/4/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Terlebih banyak warga memilih bertahan di posko pengungsian dibanding bermalam di rumah kerabat karena ingin memungut sisa barang berharga dari material puing kebakaran.

"Warga masih bertahan karena mengkhawatirkan ada barang-barang sisa yang hilang. Jadi masih berharap ada barang-barang sisa kebakaran yang masih bisa dipergunakan kembali," tuturnya.

Ribuan Warga Mengungsi

Posko pengungsian untuk warga korban kebakaran Pasar Gembrong, RW 01, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur bakal didirikan selama tujuh hari.

Warga korban kebakaran kawasan Pasar Gembrong saat mengambil bantuan pakaian, celana, dan karpet dari Pemprov DKI Jakarta, Senin (25/4/2022).
Warga korban kebakaran kawasan Pasar Gembrong saat mengambil bantuan pakaian, celana, dan karpet dari Pemprov DKI Jakarta, Senin (25/4/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kasi Perlindungan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Sudin Sosial Jakarta Timur, Ridwan mengatakan posko berupa tenda darurat didirikan selama tujuh hari sesuai masa tanggap darurat bencana.

"Disiagakan selama tujuh hari dan akan diperpanjang apabila masih dibutuhkan warga. Untuk tenda kita di lokasi sementara ada tiga," kata Ridwan di Jakarta Timur, Selasa (26/4/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved