Cerita Kriminal

Beruntungnya Bapet Jelang Lebaran, Tersangka Penganiayaan Ini Dinyatakan Bebas oleh Penegak Hukum

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menghentikan kasus penganiayaan dengan tersangka bernama Riadi alias Bapet (25).

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim
 Jaksa melepaskan rompi tahanan tersangka penganiayaan bernama Riadi, Rabu (27/4/2022). Kejari Jaksel mengambil langkah restorative justice dalam kasus ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menghentikan kasus penganiayaan dengan tersangka bernama Riadi alias Bapet (25).

Penghentian perkara itu dilakukan melalui upaya restorative justice atau keadilan restoratif.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Nurcahyo, mengatakan pihaknya juga telah menerbitkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKP2).

"Penghentian ketetapan penuntutan ini diterbitkan atas dasar tentunya penanganan dan penyelesaian kasus ini dengan pendekatan restorative justice," kata Nurcahyo di Kantor Kejari Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).

Dengan dihentikannya kasus penganiayaan tersebut, tersangka Riadi telah dinyatakan bebas per hari ini.

Baca juga: Titipkan Warganya Menuju Kampung Halaman, Anies Baswedan Pesankan Tiga Hal ini ke Para Sopir Bus

Kebebasan Riadi ditandai dengan pelepasan rompi tahanan berwarna merah yang dikenakannya.

"Jadi intinya penghentian ini didasarkan atas beberapa syarat yang dipenuhi," ujar Nurcahyo.

Ia mengungkapkan, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selain itu, ancaman pidananya di bawah 5 tahun penjara.

 Jaksa melepaskan rompi tahanan tersangka penganiayaan bernama Riadi, Rabu (27/4/2022). Kejari Jaksel mengambil langkah restorative justice dalam kasus ini.
 Jaksa melepaskan rompi tahanan tersangka penganiayaan bernama Riadi, Rabu (27/4/2022). Kejari Jaksel mengambil langkah restorative justice dalam kasus ini. (Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim)

"Ancaman pidananya tidak melebihi 5 tahun jadi Pasal 351 ayat 1 ini ancaman pidananya 2 tahun 8 bulan," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Jakarta Selatan, Denny Wicaksono, mengatakan kasus penganiayaan ini terjadi di kawasan Kebayoran Lama sekitar 2 bulan lalu.

Ia menuturkan, tersangka dan korban merupakan teman dekat. Keduanya berselisih setelah terpengaruh minuman keras.

"Jadi kita lihat latar belakang Riadi adalah teman dekat korban. Mungkin gara-gara minum, mabuk, jadinya ada pemantik dari korban yang mengakibatkan tersangka emosi dan gelap mata," kata Denny.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved