Hepatitis Akut di Jabodetabek

Dinkes DKI Jakarta Investigasi Kasus Hepatitis Akut Misterius yang Renggut Nyawa 3 Anak

Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah mendalami kasus hepatitis akut misterius yang telah merenggut nyawa tiga anak di ibu kota.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia di Lapas Narkotika Cipinang, Senin (18/3/2019). Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah mendalami kasus hepatitis akut misterius yang telah merenggut nyawa tiga anak di ibu kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah mendalami kasus hepatitis akut misterius yang telah merenggut nyawa tiga anak di ibu kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, investigasi dilakukan bersama Kementerian Kesehatan sejak pekan lalu.

“Bareng-bareng kita pelajari kasusnya dalam artian gambaran penyakitnya, perjalanan sakitnya, sampai melihat kemungkinan apakah ada orang lain yang juga punya gejala yang sama,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/5/2022).

Melalui investigasi ini, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berharap, penyebab penyakit hepatitis akut yang masih misterius itu bisa segera terungkap.

Untuk mencegah semakin meluasnya kasus hepatitis akut ini, setiap pasien yang memiliki gejala mirip penyakit kuning ini bakal terus dipantau.

Baca juga: Sudah Merenggut Nyawa 3 Anak Jakarta, PSI Desak Pemprov DKI Antisipasi Hepatitis Misterius

“Semua orang dengan keluhan ke arah penyakit hepatitis, kemudian ada peningkatan enzim hati, fungsi hati itu kami waspadai supaya enggak kecolongan,” ujarnya.

“Jadi diwaspadai, diperiksa lebih detail untuk kemungkinan mencari penyebab hepatitisnya apa, termasuk apakah hepatitis yang sedang kita waspadai atau yang sudah ada sebelumnya,” sambungnya.

Ilustrasi Hepatitis
Ilustrasi Hepatitis (Tribunnews.com)

Diberitakan sebelumnya, tiga anak di DKI Jakarta dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami hepatitis akut.

Ketiga anak ini meninggal meninggal hanya dalam kurun waktu dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Sebelum meninggal dunia, ketiganya sempat menjalani perawatan intensif di RSCM setelah mendapat rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Adapun gejala yang ditemukan pada ketiga anak ini ialah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurun kesadaran.

Baca juga: Soal Hepatitis Akut, Mantan Petinggi WHO Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik Tanpa Alasan

Lantaran belum diketahui pasti penyebab pasti penyakit ini, Kementerian Kesehatan memutuskan meningkatkan kewaspadaannya.

Terlebih, badan kesehatan dunia (WHO) juga telah menyatakan kejadian luar biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia yang belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022 lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved