'Jangan Nak Lagi Ramai,' Firasat Yatimah Sebelum Anaknya Jadi Korban Seluncuran Kenjeran Park Ambrol

Yatimah sempat melarang ketiga anaknya berwisata ke Kenjeran Park Surabaya pada Sabtu (7/5/2022). Ia bercerita mengenai firasatnya.

BPBD Kota Surabaya
Seluncuran kolam renang Kenjeran Water Park Surabaya ambrol, Sabtu siang (7/5/2022). Yatimah sempat melarang ketiga anaknya berwisata ke Kenjerang Park (Kenpark) Surabaya pada Sabtu (7/5/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Yatimah sempat melarang ketiga anaknya berwisata ke Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya pada Sabtu (7/5/2022).

Ia pun bercerita mengenai firasat yang dialaminya sebelum ketiga anaknya menjadi korban ambrolnya seluncuran Kenjeran Park.

Namun, ketiga anaknya yakni Zain (11), Sabrina (17), dan Siti Adatul (19) asal Kalilom Lor tetap mengunjungi wahana air meski sempat dilarang Yatimah.

Yatimah mengaku akhirnya tak bisa melarang ketiga anaknya berwisata setelah mendengar alasan sang anak, Sabrina.

"Sempat saya larang, jangan nak lagi ramai. Tetapi Sabrina bilang kalau besok mau kembali ke pondok," tutur Yatumah saat menunggu panggilan dari tim medis, ruang IGD RSUD Dr Soetomo, Sabtu (7/5/2022).

Baca juga: Beda Versi Penyebab Seluncuran Kenjeran Park Ambrol, Kondisi Bocah Syok dan Patah Tulang

Yatimah mengaku bergegas mencari keberadaan tiga anaknya setelah mendapat kabar ambrolnya seluncuran Kenjeran Park tersebut.

Awalnya ia mencarinya di Rumah Sakit Unair, tetapi tidak ada.

"Di RS Unair tidak ada. Saya dapat informasi kalau ternyata dirujuk di RSUD Dr Soetomo," bebernya.

"Ini ketiga anak saya mau operasi hari ini. Kondisinya patah tangan, punggung, kaki. Mereka niatnya berlibur di Kenpark," tuntasnya.

Kerusakan Diselidiki

Polisi berjaga di dekat wahana selorotan atau seluncuran air yang ambrol di Kenjeran Park Surabaya, Sabtu (7/5/2022).
Polisi berjaga di dekat wahana selorotan atau seluncuran air yang ambrol di Kenjeran Park Surabaya, Sabtu (7/5/2022). (surya/febrianto ramadani)

Sementara PT BCW Bangun Citra, selaku pengelola wisata Kenpark akan mencari tahu penyebab patahnya wahana papan seluncur, yang mencederai 16 pengunjung.

Bambang Irianto, Manajer HRD, mengaku sudah berkomunikasi dengan kepolisian guna mengetahui kerusakan lebih lanjut.

"Tim sedang mencari informasi apakah karena error atau faktor usia pada wahana, masih kami lihat hasil dari investigasi. Memang kami tidak berharap ada kejadian ini. Entah faktor apa kami tidak tahu," beber Bambang.

Baca juga: Kronologis Lengkap Bocah Tewas Tenggelam di Taman Herbal Insani, Kapolsek Geram Temukan Fakta Ini

Namun Bambang menegaskan, pihaknya akan bertanggung jawab mulai pengobatan, sampai pasca pengobatan.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved