Hepatitis Akut di Jabodetabek

Hepatitis Akut Misterius Makin Merebak di Jakarta, Pemprov DKI Pertimbangkan Hentikan PTM

Pemprov DKI Jakarta tengah mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

TribunnewsWiki.com
ILUSTRASI Pembelajaran tatap muka (PTM) - Pemprov DKI Jakarta tengah mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Seiring semakin merebaknya penyakit hepatitis akut misterius, Pemprov DKI Jakarta tengah mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, bila kebijakan ini diambil maka anak-anak akan kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti saat awal pandemi Covid-19.

"PTM ini masih kami pelajari apakah akan kembali ke online, kita akan lihat nanti," ucapnya di Balai Kota, Rabu (11/5/2022).

Orang nomor dua di DKI ini menyebut, kebijakan baru ini tengah dipertimbangkan lantaran badan kesehatan dunia (WHO) sudah menetapkan penyakit hepatitis akut ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Tercatat di DKI Jakarta sudah ada temuan 21 kasus diduga hepatitis akut dengan tiga kasus di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Tak Ada Perubahan Jadwal, Disdik DKI Pastikan PTM Kembali Dimulai 12 Mei 2022

"Memang kasus ini menurut WHO sudah menjadi KLB, kejadian luar biasa. Itu sudah dari WHO sendori, nanto kami di Jakarta menunggu kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.

Tak Hanya Serang Anak-anak

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2022)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2022) (Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, kasus hepatitis akut misterius yang ada di ibu kota ternyata tak hanya menyerang anak-anak.

Ariza bilang, kasus hepatitis akut misterius ini juga ditemukan pada orang dewasa.

"Yang harus diketahui, ternyata hepatitis akut ini tidak hanya untuk anak-anak, bahkan juga orang dewasa," ucapnya di Balai Kota, Rabu (11/5/2022).

Sebagai informasi, jumlah kasus hepatitis akut misterius di ibu kota sampai hari ini sudah mencapai 21 kasus.

Rinciannya, 14 kasus menyerang anak usia di bawah 16 tahun dan 7 lainnya terjadi pada orang dengan usia lebih dari 16 tahun.

Baca juga: Disdik DKI Ingatkan Pelajar Tak Ikut Demo 11 April, Singgung Puasa & PTM: Semoga Tak Berpartisipasi

Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved