Persija Jakarta
Setelah Pelatih Jerman dan Konsultan Spesialis Prancis, Persija Datangkan Ahli Nutrisi Olimpiade
Dia juga menjadi ahli nutrisi kontingen Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Asian Games 2018, dan Olimpiade Tokyo 2020 (2021).
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Acos Abdul Qodir
TRIBUNJAKARTA.COM - Manajemen Persija Jakarta terus memperbaiki kualitas para pemainnya agar siap tempur pada Liga 1 2022/2023 mendatang.
Setelah mendatangkan eks pelatih Borussia Dortmund, Thomas Doll dan konsultan spesialis asal Prancis, Florent Motta, kini manajemen Macan Kemayoran menunjuk Emilia E Achmadi MS., RDN sebagai nutritionist atau ahli nutrisi tim.
Perekrutan ahli nutrisi ini dilakukan Persija mengingat sepak bola merupakan olahraga fisik yang membutuhkan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan.
Pesepak bola akan terus bergerak, berlari, melompat, menendang, bahkan berduel.
Tanpa bahan bakar yang tepat, pemain sepak bola tidak akan bisa mempertahankan atau mencapai performa maksimalnya.
Baca juga: Rumor Persija Jakarta, Kabar Gelandang Jepang Mendarat di Ibu Kota Gantikan Bintang Lini Tengah
Dalam menyambut Liga 1 2022-2023, Persija akan semakin fokus ke area itu, yaitu membuat Andritany Ardhiyasa dkk semakin tangguh lewat asupan makanan.
Emilia E Achmadi, 30 tahun, yang telah berkecimpung di dunia gizi dan nutrisi itu nantinya akan menjadi bagian penting dalam menunjang performa tim.
Pengalaman dalam membantu seorang atlet berada di level terbaiknya tak perlu diragukan lagi.
Dikutip dari laman resmi Persija, Emilia E Achmadi pernah bergabung dengan PABBSI, PRSI, PERBASASI, PERBASI, PELTI, PGI, Pelita Bandung Raya, hingga persiapan atlet dalam menyambut ajang multicabang.
Dia juga menjadi ahli nutrisi kontingen Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Asian Games 2018, dan Olimpiade Tokyo 2020 (2021).
“Tentu saya berharap bisa menjadi senjata rahasia Persija untuk mengembangkan pemain. Suatu kebanggaan untuk bisa membantu seorang atlet mencapai titik performa maksimal yang bisa mereka lakukan.
Baca juga: Rumor Persija Jakarta, Kabar Gelandang Jepang Mendarat di Ibu Kota Gantikan Bintang Lini Tengah
Terus terang nutrisi adalah senjata rahasia yang kurang diperhatikan di Indonesia. Padahal, nutrisi adalah pondasi untuk kesuksesan seorang atlet,” ucap Emilia.
Nutrisi yang tepat akan membantu pesepak bola memiliki kebugaran yang maksimal. Sebagai contoh, pola makan seorang atlet yang cedera dan pola makan seorang atlet yang baru pulih dari cedera itu seharusnya berbeda.
Emilia mengatakan program penanganan nutrisi tak hanya di area tim, seperti di mes atau pun hotel. Tapi, juga harus menembus ke luar area yang lebih privat.
“Idealnya selama seorang menjadi atlet profeisonal (harus mendapatkan nutrisi yang tepat). Di mana pun atlet berada. Kita bisa melakukan secara sempurna di training camp tapi berantakan di tempat lain itu percuma.
Tugas saya adalah mengedukasi hal tersebut. Saya tidak membuat hidup mereka (pemain) jadi susah. Justru kami mencoba agar pengorbanan mereka dalam latihan memberikan hasil maksimal,” ucapnya.
Baca juga: Rumor Marko Simic ke PSM Makin Santer, Ada Faktor Sang Bomber Dekat dengan Bintang Juku Eja
Baca juga: Habis Dibantai, Ini Pernyataan Shin Tae-yong Ingin Balas Dendam dengan Vietnam di Final SEA Games
“Prinsipnya makanan harus bisa dinikmati. Makanan sehat harus taste good. Itu yang akan saya perhatikan. Makanan yang dibuat sehat harus enak rasanya,” ujar Emilia melanjutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Persija-Jakarta-menunjuk-Emilia-E-Achmadi-sebagai-ahli-nutrisi.jpg)