Antisipasi Virus Corona di DKI

Waspada, Kasus Covid-19 di DKI Mulai Alami Tren Peningkatan Usai Libur Lebaran

Jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta kembali mengalami tren peningkatan usai libur lebaran.

freepik
Ilustrasi virus corona - Jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta kembali mengalami tren peningkatan usai libur lebaran. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta kembali mengalami tren peningkatan usai libur lebaran.

Tercatat ada penambahan 125 kasus aktif pada periode waktu 9 Mei sampai 11 Mei 2022.

Rinciannya, pada 9 Mei lalu ada penambahan 18 kasus aktif Covid-19, pada 10 Mei 57 kasus, dan pada 11 Msi kemarin bertambah 50 kasus.

Dengan penambahan ini, total kasus aktif di DKI Jakarta berada di angka 717 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 549 orang menjalani isolasi mandiri dan 168 dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DKI Minggu (20/3/2022): Ada Penambahan 1.167 Kasus Corona, Meninggal 14

Hal ini pun patut diwaspadai lantaran sebelumnya kasus aktif Covid-19 cenderung mengalami penurunan.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, peningkatan kasus yang terjadi masih dalam batas kewajaran.

Ilustrasi virus corona varian Omicron
Ilustrasi virus corona varian Omicron (Freepik)

"Ya memang ada peningkatan, tapi itu masih dalam batas kewajaran ya. Seperti diketahui memang libur panjang selalu diikuti dengan peningkatan kasus," ucapnya, Rabu (11/5/2022).

Merujuk pada data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, persentase kasus positif atau positivity rate Covid-19 masih berada di kisaran 1,6 persen.

Angka ini masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu tak lebih dari 5 persen.

Walau demikian, Ariza berhadap tidak ada ledakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi usai libur lebaran 2021 lalu maupun pascalibur natal dan tahun baru 2022.

"Harapan kami dengan adanya program mudik wajib booster dan dengan prokes ketat tidak ada peningkatan yang berlebih," ujarnya.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Pemudik yang Baru Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Dites Antigen

"Kalau misalnya ada, sedikit saja masih dalam tahapan wajar. Itu harapan kami," sambungnya.

Untuk mencegah lonjakan kasus, Ariza mengingatkan warganya untuk tetap disiplin dan taat dalam menjalankan prokes.

"Mohon masyarakat tetap berhati-hati, laksanakan prokes secara disiplin, taat, dan bertanggungjawab," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved