Ada Proyek Sodetan Kali Ciliwung, Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Otista III Diberlakukan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Twitter @TMCPoldaMetro
Ilustrasi rekayasa lalu lintas - Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan skema pengamanan dan pengalihan arus lalu lintas jelang Reuni 212 di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur terhitung tanggal 9 Mei hingga 17 September 2022.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan menyusul dilakukannya pengerjaan proyek penanganan banjir sodetan Kali Ciliwung dari Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara ke Kanal Banjir Timur (KBT).

Selama pekerjaan yang ditangani pemerintah pusat dilakukan arus lalu lintas dari Jalan DI Panjaitan menuju Jalan Otista III dan Jalan Otista Raya dialihkan ke Jalan Kebon Nanas Utara.

Sebaliknya, arus lalu lintas dari Jalan Otista Raya ke Jalan Otista III dan Jalan DI Panjaitan dialihkan melalui Jalan Kebon Nanas Utara II karena adanya pengerjaan proyek sodetan Kali Ciliwung.

Untuk angkutan JAK 02 rute Kampung Melayu-Duren Sawit dan M18 rute Kampung Melayu-Pondok Gede dialihkan melalui Jalan Haji Yahya dan Jalan Kebon Nanas Selatan II.

 

Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Dody Setiyono menuturkan selama rekayasa pihaknya menempatkan sejumlah personel untuk membantu warga yang belum mengetahui pengalihan.

"Jumlah personel enam sampai sembilan orang per hari. Kami situasional," kata Dody saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, sejak rekayasa lalu lintas dilakukan hingga kini pengalihan berjalan lancar karena sosialisasi dilakukan memasang rambu dan pemberitahuan lewat spanduk.

Sebagai informasi, proyek sodetan di permukiman warga RW 04 Kelurahan Bidara Cina ke aliran KBT bertujuan menyelesaikan masalah banjir luapan Kali Ciliwung yang terus terjadi.

Pada tahun 2015, proyek sodetan Kali Ciliwung terhenti setelah gugatan class action diajukan Warga RW 04 Kelurahan Bidara Cina ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dimenangkan warga.

Pemprov DKI dan BBWSCC sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, tapi Majelis Hakim kembali memenangkan gugatan warga RW 04 Kelurahan Bidara Cina.

Pemprov DKI Jakarta dan BBWSCC sempat mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung, tapi pada tahun 2019 mereka sepakat menghentikan upaya hukum dengan mencabut Kasasi.

Namun pada tahun 2021 pemerintah pusat memindahkan penetapan lokasi (Penlok) lokasi proyek dari RW 04 ke RW 05 Kelurahan Bidara Cina karena masalah pembebasan kembali terjadi.

"Ada persoalan lahan sehingga Kementerian (PUPR) memindahkan lokasi itu, agar tidak terkendala persoalan lahannya," kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Yusmada Faizal, Senin (1/11/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved