Hepatitis Akut di Jabodetabek

Hepatitis Misterius Merebak di Jakarta, Tenaga Pendidik Diminta Terapkan Prokes dan Pencegahan Dini

Terlepas dari hal ini, ia meminta partisipasi dari seluruh warga Jakarta untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Hepatitis misterius ini.

TribunnewsWiki.com
ILUSTRASI Pembelajaran tatap muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19 - Siswa SD Negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah melakukan sosialisasi dan pencegahan terkait ancaman hepatitis akut misterius.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Kamis (12/5/2022) malam.

Orang nomor dua di Ibu Kota ini mengatakan telah menginstruksikan seluruh jajarannya, khususnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi serta upaya pencegahan.

"Termasuk juga di sekolah-sekolah yang berpotensi, kami juga sudah menyampaikan kepada tenaga pendidikan di seluruh Jakarta untuk memastikan melaksanakan prokes dengan terus melakukan pengawasan monitoring pencegahan dan pengendalian," jelasnya.

Terlepas dari hal ini, ia meminta partisipasi dari seluruh warga Jakarta untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Hepatitis misterius ini.

Dimulai dari menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Selain 21 Kasus Hepatitis Akut Misterius, Ternyata Ada 24 Kasus Baru Gejala Hepatitis di Jakarta

"Kami juga butuh dukungan media mainstream dan media online lainnya atau medsos untuk membantu agar masyarakat jakarta memastikan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan selalu melaksanakan prokes secara patuh, disiplin serta bertanggung jawab dan hindari tempat-tempat umum dan bersama  khususnya anak-anak, seperti kolam renang, arena bermain, tempat bermain, dan tempat makan bersamaan itu agar dihindari," ungkapnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2022). 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2022).  (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E dari Fraksi PKS Solikhah menyampaikan desakannya agar Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubenur Anies Baswedan serius melakukan pencegahan dan sosialisasi secara masif di sekolah-sekolah atas meningkatnya kasus Hepatitis akut misterius di ibu kota.

Tujuannya guna memutus penyebaran virus tersebut.

"Ini mengkhawatirkan dunia kesehatan sekaligus pendidikan, terlebih hari ini sudah diawalinya pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh DKI," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Politisi PKS ini pun mengingatkan, agar disetiap institusi pendidikan untuk mengacu pada SKB 4 Menteri tentang PTM yang telah diterbitkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

"Jika ini dilakukan dengan baik, maka pencegahan virus covid atau virus lainnya, InsyaAllah akan bisa diminimalisir dan kita tidak akan kembali ke masa-masa kelam pandemi beberapa waktu lalu," sambungnya.

Baca juga: Buruh Pilih SUGBK Dibandingkan JIS sebagai Lokasi May Day Besok, Alasan Politis Coba Dipatahkan

Rencananya dalam waktu dekat Komisi E DPRD DKI bakal meminta penjelasan secara langsung dari Dinas Kesehatan tentang kesiapan seriusnya dalam pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran hepatitis akut misterius ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved