Antisipasi Wabah PMK, Pemerintah Kota Tangerang Perketat Pemeriksaan Kesehatan Ternak Sapi

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyatakan, wabah tersebut belum ditemukan.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Petugas Dinas KPKP DKI Jakarta saat memeriksa kesehatan pada sapi di tempat penampungan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (12/5/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah menyerang ternak sapi disejumlah daerah di Indonesia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyatakan, wabah tersebut belum ditemukan atau dilaporkan berada di wilayahnya.

Kendati demikian, DKP Kota Tangerang melalui Bidang Pertanian gerak cepat dengan memperketat pemeriksaan kesehatan PMK sapi.

Pemeriksaan dilakukan disekira 60 peternakan yang tersebar di Kota Tangerang.

"Pemeriksaan kesehatan PMK sapi sudah dilakukan DKP seminggu belakangan ini, dan sudah 34 peternakan sapi diperiksa," ujar Ibnu Ariefyanto selaku Kabid Pertanian DKP Kota Tangerang, Senin (16/5/2022).

Baca juga: Alasan Pembeli Tetap Pilih Daging Sapi Lokal Meski Ada Wabah PMK, Lebih Segar dan Enak

"Aksi ini akan terus dilakukan hingga semua peternakan atau lokasi penggemukan di Kota Tangerang dicek secara menyeluruh," tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk mencegah wabah PMK masuk ke Kota Tangerang, DKP juga tengah membentuk Tim Unit Respons Cepat PMK.

Untuk mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik hingga penguatan imun.

"Dalam waktu dekat, DKP juga akan mengumpulkan semua peternak di Kota Tangerang, untuk melakukan sosialisasi terkait penyakit PMK," tutur Ibnu.

Sebagai informasi, Kementerian telah menutup jalur pengiriman sapi dari daerah yang terindikasi PMK.

"Kota Tangerang saat ini tinggal memperketat tidak diterimanya ternak sapi dari wilayah yang terduka terdampak PMK," papar Ibnu.

Ia pun memastikan, PMK tidak menular kepada manusia.

Kata Ibnu, daging hewan yang terjangkit, masih bisa dikonsumsi asal melalui standar operasional prosedur yang benar.

Satu diantaranya, memasak daging sampai bersih dan matang sempurna.

"Kami berharap para peternak sapi dapat menjaga kesehatan kandang dan tubuh sapinya. Masyarakat juga diminta tidak ada kepanikan yang berlebihan," tegas Ibnu.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved