Geramnya Wali Kota Pilar Saga Saat Tahu Parkiran RSU Tangsel Dikelola Ormas, Warga Sampai Ngadu

Parkiran Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan (RSU Tangsel) yang berlokasi di jalan Pajajaran, Pamulang Barat, Pamulang, kembali menjadi sorotan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
Jaisy Rahman Tohir /TribunJakarta
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan di balai Kota Tangsel, Senin (7/3/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Parkiran Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan (RSU Tangsel) yang berlokasi di jalan Pajajaran, Pamulang Barat, Pamulang, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah media memberitakan soal pengelolaan parkir di fasilitas kesehatan pelat merah itu yang dikuasai organisasi masyarakat (ormas).

Mereka menarik pungutan kepada setiap pengendara motor dan pengendara mobil yang masuk RSU Tangsel.

Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil, dibayar dimuka kepada sesaorang yang membagikan karcis di pintu masuk.

Pungutan itupun tidak masuk menjadi retribusi daerah dan hanya menjadi pendapatan si ormas.

Sepemantauan TribunJakarta.com pada Jumat (13/5/2022), pengelolaan parkir berbayar manggunakan karcis kuning oleh ormas itu masih berjalan.

Baca juga: Eks Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany Didoakan Bendahara PWNU DKI Jadi Pengganti Anies di Jakarta

Nada Tinggi Pilar

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menanggapi dengan nada tinggi saat ditanya soal pengelolaan parkir RSU Tangsel itu.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, di Kantor DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (21/6/2021).
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, di Kantor DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (21/6/2021). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Hal pertama yang ia katakan adalah tentang proses lelang pengelolaan parkir yang harus segera dituntaskan.

"Itukan harus segera ini, Dishub harus segera lelang," kata Pilar usai meninjau kebakaran pasar di belakang Plaza Ciputat, Jumat (13/5/2022).

Pilar menjelaskan, sebenarnya pengelolaan parkir RSU Tangsel sudah dimenangkan oleh sebuah perusahaan.

Baca juga: Setahun Benyamin-Pilar, Gema Kosgoro Demo: Sebut Tangsel Marak Open BO Karena Minim Lapangan Kerja

Namun karena adanya konflik internal di perusahaan itu akhirnya pengelolaan parkir tidak berjalan.

Hal itu yang membuat ormas bisa masuk menguasai.

Pilar juga mengutarakan ketidaksetujuannya dengan penguasaan ormas di lahan milik pemerintah itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved