Penumpang Internasional Tak Perlu Pakai Surat Negatif Covid-19 Saat Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Penumpang internasional yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, sekarang sudah tidak dibebani lagi untuk menunjukkan hasil tes Covid-19.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Penumpang internasional yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, sekarang sudah tidak dibebani lagi untuk menunjukkan hasil tes Covid-19, Rabu (18/5/2022). 

• Apabila tanpa disertai gejala atau mengalami gejala ringan, dilakukan isolasi/perawatan di hotel isolasi atau fasilitas isolasi terpusat yang ditetapkan pemerintah atau isolasi mandiri di tempat tinggal dengan waktu isolasi/perawatan sesuai anjuran kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang kesehatan.

• Apabila disertai gejala sedang atau gejala berat, dan/atau dengan komorbid yang tidak terkontrol, dilakukan isolasi atau perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 dengan waktu isolasi/perawatan sesuai rekomendasi dari dokter dan anjuran kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang kesehatan.

• Seluruh biaya penanganan Covid-19 dan evakuasi medis bagi WNA dibebankan secara mandiri, sedangkan bagi WNI ditanggung pemerintah.

Jika tak bergejala Covid-19 dan memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, PPLN bisa melanjutkan perjalanan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, dengan syarat.

Syaratnya, PPLN yang belum bisa mendapatkan vaksinasi atau telah menerima vaksin dosis pertama seminiminalnya 14 hari sebelum keberangkatan diwajibkan melakukan karantina selama 5 x 24 jam.

Lalu, PPLN yang telah menerima vaksin dosis kedua atau ketiga seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan diperkenankan melanjutkan perjalanan.

Kemudian, bagi PPLN usia di bawah 18 tahun dan/atau membutuhkan perlindungan khusus, maka pengaturan karantina mengikuti ketentuan yang diberlakukan kepada orangtua atau pengasuh/pendamping perjalanannya.

Sementara itu, bagi PPLN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19, diperkenankan melanjutkan perjalanan dengan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik kebijakan relaksasi prokes ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta , Minggu (1/5/2022) pada H-1 Lebaran 2022.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta , Minggu (1/5/2022) pada H-1 Lebaran 2022. (ISTIMEWA)

"Kami meyakini kebijakan ini dapat menjadi titik balik kebangkitan sektor transportasi yang turut berkontribusi untuk kebangkitan ekonomi Indonesia," ujar Budi dalam keterangannya.

Adapun Kementerian Perhubungan menerbitkan dua surat edaran terbaru terkait kebijakan ini.

Surat Edaran Nomor 56 Tahun 2022 di antaranya berisi ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Sementara itu, Surat Edaran Nomor 56 Tahun 2022 di antaranya menyatakan bahwa penumpang internasional yang datang ke pintu masuk Indonesia dapat menunjukkan kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua seminimal 14 hari sebelum keberangkatan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, semua bandar udara dikelolanya telah menerapkan SE Kemenhub Nomor 56/2022 dan Nomor 58/2022.

Baca juga: Penerbangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Melonjak Drastis Saat Angkutan Lebaran 2022

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved