Formula E

Sahroni Pastikan Formula E Dapat Sponsor dari Lokal hingga Mancanegara, Pekan Depan Diumumkan

Sahroni mengklaim, informasi terkait perkembangan Formula E akan terus disampaikan secara berkala, termasuk juga soal sponsor.

Dok. Pribadi Ahmad Sahroni
Progres Sirkuit Formula E Jakarta yang mencapai 80 persen, Senin (21/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Teka-teki soal perusahaan yang jadi sponsor Formula E Jakarta 2022 mulai menemui titik terang.

Ketua Komite Pelaksana atau Organizing Committee (OC) Formula E Jakarta Ahmad Sahroni mengatakan pihaknya segera mengumumkan perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor event balap mobil listrik internasional Formula E Jakarta ini dalam waktu dekat.

Anggota DPR RI dari Partai NasDem sekaligus Presiden Mclaren Club Indonesia (MCI)
ini mengatakan, sponsor Formula E Jakarta tak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga mancanegara.

"Semua sponsor, baik lokal maupun global akan dirilis paling lama minggu depan," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Sponsor Masih Gaib hingga Formula E Diprediksi Bikin Tekor Ancol, Wagub Ariza Lepas Tangan

Sebagai informasi, panitia Jakarta e-Prix bakal menggelar konferensi pers terkait update terkini persiapan Formula E pada Kamis (18/5/2022) besok.

Beberapa informasi penting, seperti update penjualan tiket hingga progres pembangunan sirkuit akan disampaikan dalam konferensi pers tersebut.

Sahroni mengklaim, informasi terkait perkembangan Formula E akan terus disampaikan secara berkala, termasuk juga soal sponsor.

Pekerja saat beraktifitas didalam proyek pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2022). Pembangunan saat ini berfokus pada pemasangan infrastruktur tambahan setelah konstruksi lintasan balap sirkuit sepanjang 2,4 kilometer dan lebar 14 meter telah rampung 100 persen. Sebagai informasi ajang balapan Formula E akan digelar di Jakarta E-Prix International Circuit (JIEC) Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang.
Pekerja saat beraktifitas didalam proyek pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2022). Pembangunan saat ini berfokus pada pemasangan infrastruktur tambahan setelah konstruksi lintasan balap sirkuit sepanjang 2,4 kilometer dan lebar 14 meter telah rampung 100 persen. Sebagai informasi ajang balapan Formula E akan digelar di Jakarta E-Prix International Circuit (JIEC) Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang. (Tribunnews/Jeprima)

Pasalnya, pihak OC harus berkoordinasi terlebih dulu dengan operator Formula E (FEO) sebelum mengumumkan sponsor.

"Kebijakan tentang perilisan siapa sponsor lokal ini bukan hanya kewenangan dan kebijakan OC, namun harus berkoordinasi dengan kebijakan dari FEO," ujarya.

"Jadi sudah ada timing yg kami sepakati, jadi harus patuh," sambungnya menjelaskan.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo soroti sponsor ajang balap Formula E.

Baca juga: Ralat Pernyataan, Wagub Ariza: JIS Belum Bisa Digunakan untuk Reuni 212

Pasalnya, hingga H-17 penyelenggaraan Formula E, sponsorhip belum jua diumumkan.

"Sangat tidak logis jika sponsor sampai saat ini logonya belum dipampang. Di mana-mana sponsor itu ditukar dengan eksposur dan promosi, logo pemberi sponsor dipasang di mana-mana," kata Anggara dalam keterangan tertulis yang dikutip TribunJakarta.com, Rabu (18/5/2022).

"Kalau tinggal kurang dari tiga minggu belum ada logo sponsor, sangat mungkin sponsornya gaib atau tidak nyata," sambungnya.

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni (ISTIMEWA/Dokumentasi pribadi)

Lebih lanjut, Politisi PSI yang akrab disapa Ara ini memaklumi hal tersebut.

Ia menyebut panitia penyelenggara Formula E sulit mendapatkan sponsor lantaran ajang balap mobil listrik tersebut penuh dengan ketidakjelasan.

"Kami tidak terkejut jika sponsor sulit didapatkan karena sponsor biasanya akan menginvestasikan uangnya ke acara yang jelas seluk beluknya dan memberi keuntungan kembali," ujarnya.

"Sedangkan Formula E banyak ketidakjelasan, mulai dari revisi studi kelayakan, jumlah penonton berubah-ubah, sampai mundurnya jadwal penjualan tiket. Sponsor pasti berhitung, layak atau tidak investasi di sini," lanjutnya.

Baca juga: Penumpang Internasional Tak Perlu Pakai Surat Negatif Covid-19 Saat Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Lemahnya kontrol dan pengawasan Pemprov DKI Jakarta terkait persiapan Formula E pun kian memperkeruh keadaan.

Sebab, kata Ara, banyak hal yang tak dapat dijawab Pemprov DKI terkait Formula E.

"Pemprov tidak boleh kehilangan kontrol atas penyelenggaran Formula E dengan menyerahkan semuanya kepada panitia. Acara ini bisa terlaksana karena usulan Pak Gubernur dan ada pula anggaran Rp560 miliar dari APBD sehingga masih ada tanggung jawab Pemprov di sana," tutup Anggara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved