Formula E

DPRD Dorong Pemprov DKI Pertimbangkan Nama Sirkuit Formula E Pakai Bahasa Indonesia

Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Syarif soroti penggunaan nama sirkuit Formula E yang memakai bahasa Inggris.

Tribunnews/AFP/ADEK BERRY
Foto udara yang diambil di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (27/4/2022), memperlihatkan sirkuit Formula E yang balapannya akan digelar pada 4 Juni 2022. AFP/ADEK BERRY 

Ia menjelaskan bahwa sirkuit Formula E di Ancol memiliki attack mode yang memungkinkan terjadinya overtake atau menyalip, sehingga membuat balapan lebih kompetitif.

Baca juga: Penerbangan Haji Perdana, 29 Ribu Calon Jemaah Bakal Diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta

"Ada yang namanya attack mode, di mana tenaga mobil balap akan diperbesar secara elektronik," kata Irawan dalam rilis Jakpro yang diterima Kompas.com.

"Kalau pebalap masuk ke attack mode, dia akan dapat tenaga tambahan sehingga akan terjadi overtaking," ucapnya menambahkan.

"Namun, overtake tak bisa terjadi jika mobil di depan pebalap ada di racing line yang benar," tutur Irawan Sucahyono.

Menurut Irawan, hal itulah yang membuat sirkuit Formula E di Ancol menjadi andalan dan berbeda dengan sirkuit di negara lain.

"Balapan ini untuk tontonan. Bagaimana agar tontonan ini menarik? Harus ada banyak overtake dan kompetisi di antara pebalap," kata dia.

"Karena bentuk sirkuit di Ancol memungkinkan adanya overtaking, maka event ini bakal menarik sekali. Mungkin akan menjadi awal dari bentuk sirkuit Formula E yang lain," ujar Irawan.

Baca juga: Ahmad Sahroni: Kami Berharap Ada BUMN Sponsori Formula E

Selain itu, Irawan juga mengungkapkan bahwa desain sirkuit Formula E di Jakarta ini sulit diikuti oleh negara lain karena perbedaan geometri jalan.

"Karena geometri jalan yang mereka (negara lain) pakai tidak memungkinkan membuat dimensi yang lebih besar pada saat mau masuk tikungan," kata Irawan Sucahyono.

"Biasanya kalau overtake dapatnya selalu di trek lurus agak panjang. Nah, di sini kami melibatkan banyak sekali posisi-posisi itu," tuturnya melanjutkan.

Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) memiliki panjang lintasan 2,4 kilometer dan lebar 12 meter dengan jumlah tikungan 18. Sementara itu, panjang trek lurus adalah 600 meter.

Adapun pembangunan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) kini memasuki tahap akhir seperti pemasangan grandstand.

"Sekarang sedang dilakukan pemasangan temporary structure atau bangunan-bangunan tidak permanen yang kami pasang berupa tenda, grandstand, jembatan," kata Irawan.

"Itu akan menjadi bagian sirkuit yang nantinya akan dibongkar setelah balapan selesai," kata Irawan Sucahyono menambahkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved