Wali Kota Depok Digugat DPRD

Polemik KDS yang DInilai Tidak Transparan, Wakil Wali Kota Depok: Kami Terus-menerus Memperbaiki

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, angkat bicara terkait program Kartu Depok Sejahtera (KDS) yang tengah menjadi polemik.

Youtube Pemkot Depok
Penampakan KDS yang jadi biang mosi tidak percaya 38 anggota DPRD Depok secara sepintas tampilannya memang mirip dengan tone warna dari logo PKS yakni ada perpaduan warna putih dan oranye. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, angkat bicara terkait program Kartu Depok Sejahtera (KDS) yang tengah menjadi polemik karena dinilai tidak transparan mekanismenya oleh puluhan anggota DPRD Kota Depok.

Dijumpai usai rapat paripurna, Imam mengungkapkan bahwa data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang digunakan dalam program KDS ini bersifat dinamis.

“Dalam DTKS itu adanya warga miskin, ya bisa jadi ada warga lain yang tidak miskin yang masuk kesitu. Yang kedua ada juga warga miskin yang belum masuk DTKS, karena data ini sifatnya dinamis tidak statis,” jelas Imam di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (27/5/2022).

Oleh sebab itu, Imam mengaku pihaknya masih terus melakukan perbaikan data dalam program ini.

“Maka, kami terus menerus memperbaiki data ini, mungkin ada (penerima) yang sudah meninggal harus diperbaiki, ada yang sudah ekonominya mapan maka harus dikeluarkan dari data ini, ada yang sudah jatuh tidak punya kerjaan menjadi miskin nah itu harus masuk,” ungkapnya.

Baca juga: Santer Kabar Protes DPRD Depok Soal KDS ke Wali Kota Idris Demi Kikis Suara PKS, Ini Kata PKB

“ Jadi data ini sangat dinamis, makanya perlu dukungan dari semua pihak,” sambungnya lagi.

Lebih lanjut menyoal transparansi, Imam mengaku dalam waktu dekat akan diluncurkan sebuah aplikasi.

Dalam aplikasi tersebut, setiap warga bisa melihat siapa saja yang menerima bantuan KDS ini.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan camat, lurah, hingga RT RW. Nanti juga kami akan buat aplikasi. Jadi seluruh warga bisa melihat siapa yang dapat siapa yang enggak. Siapa yang mau dapat silahkan nanti dimasukan ke aplikasi tersebut, Insya Allah launching pekan ini atau enggak pekan depan,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved