Polisi Minta Pihak RSU Tangsel Tidak Beri Kesempatan Ormas Tarik Pungli di Parkiran

Pasalnya, lapak parkir fasilitas kesehatan pelat merah itu dijaga oleh organisasi masyarakat (ormas) yang menarik pungutan liar (pungli).

Jaisy Rahman Tohir /TribunJakarta
Kolase foto Kapolres Tangsel AKB Sarly Sollu dengan gedung RSU Tangsel. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pihak kepolisian sudah turun langsung memeriksa parkiran Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan (RSU Tangsel) yang tengah menjadi polemik.

Pasalnya, lapak parkir fasilitas kesehatan pelat merah itu dijaga oleh organisasi masyarakat (ormas) yang menarik pungutan liar (pungli).

Setiap pengendara motor akan ditarik pungutan sebesar Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk pengendara mobil yang memasuki RSU yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel.

Pungutan tersebut pun tidak menjadi retribusi untuk Pemkot melainkan masuk ke pendapatan si ormas.

Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, meminta kepada pihak keamanan RSU Tangsel agar tidak memberikan kesempatan adanya pungli di parkiran.

Baca juga: Polisi Periksa Ormas Pengelola Parkir RSU Tangsel, Dari Dugaan Pungli hingga Urusan Perut

"Pungli parkiran yang jelas kita sudah turun untuk melakukan penertiban dan memang kita minta juga dari rekan sekuriti (RSU Tangsel) untuk tidak memberikan kesempatan orang tertentu untuk melakukan pungli di sana, parkiran parkiran," kata Sarly di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Senin (30/5/2022).

Sarly juga meminta Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie agar turun langsung menertibkan polemik yang ada di aset milik pemerintah kota itu.

"Ini kita juga meminta kepada pemda, wali kota, untuk melakukan penertiban kita juga sudah melakukan identifikasi tapi karena ini masyarakat kita hanya sekedar mengimbau agar tidak ada pungli," ujarnya.

Menurut Sarly persoalan di RS Tangsel adalah terkait sosial kemasyarakatan, sehingga pihak pemerintah kota yang lebih pantas menyelesaikannya.

Sarly sendiri mengaku sudah melakukan penertiban, namun pungli teteap terjadi beberapa hari setelahnya.

Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Senin (30/5/2022).
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Senin (30/5/2022). (Jaisy Rahman Tohir /TribunJakarta)

"Bukan dibiarkan, kita selalu melakukan pengawasan. Hari ini tertib, dua hari kedepan tertib tapi muncul lagi. Nah ini kita dorong Kapolsek mencari jalan keluarnya supaya agar tidak terkesan itu pungli parkiran. Ini nanti kita tunggu peran Kapolsek menyelesaikan permasalahan yang ada bersama dengan kecamatan dan kelurahan di sana, dan itu harus ada andil juga dari Pemkot (Pemerintah Kota)."

"Kita sudah sampaikan kepada Pemkot, jadi nanti polisi semua turun, nanti permasalahan itu ada di polisi. Tetapi mari kita libatkan," pungkasnya.

Pemkot Kalah dengan Ormas

Sebelumnya, polemik parkiran RSU Tangsel yang dikuasai ormas menuai kritik keras dari Wakil Ketua DPRD Tangsel, Li Claudia Chandra.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved