Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas, Alasannya Pelaku Kesal Rawat Korban yang Sakit-sakitan

Teganya seorang anak kandung di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghabisi nyawa ibunya dengan cara menganiaya.

Editor: Siti Nawiroh
Kompas.com
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Teganya seorang anak kandung di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghabisi nyawa ibunya dengan cara menganiaya.

Alasannya karena pelaku kesal merawat korban yang sakit-sakitan.

Dilaporkan pelakunya bernama Petronela Mea Ulu Alias PMU, sementara korbannya Rosalinda Bete Mau Alias RBM.

Sementara motif pelaku kesal terhadap korban.

Pelaku emosi setelah selama berhari-hari sudah merawat korban yang sakit-sakitan.

Peristiwa ini di Desa Sanleo Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka.

Korban ditemukan tewas di atas kamar tidurnya pada Sabtu 21 Mei 2022 sekitar pukul 02.20 Wita dini hari.

Kasat Reskrim Polres Malaka melalui Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum Aipda Abdullah Donumo kepada Pos Kupang pada Kamis 2 Juni 2022 membenarkan hal tersebut.

"Ia benar, bahwa telah terjadi perkara pidana menghilangkan jiwa orang lain yang dilakukan oleh tersangka Petronela Mea Ulu Alias PMU terhadap korban yang adalah ibu kandung tersangka bernama Rosalinda Bete Mau Alias RBM," katanya ketika dikonfirmasi Pos Kupang.

Dikatakan, peran tersangka adalah mencekik leher korban hingga korban meninggal dunia.

Baca juga: Om Kaget Keponakan Yatim Piatunya Mendadak Punya Bayi, Kejahatan Pria Tua di Cengkareng Terkuak

"Penyebab tersangka menghilangkan jiwa korban yaitu tersangka kesal mengurus korban yang sehari-hari tinggal bersama sejak tersangka pulang merantau dari Papua tahun 2021," ungkapnya.

Sebelum korban diketahui meninggal dunia kata Aipda Abdullah bahwa korban dalam keadaan sakit sehingga tidak bisa beraktivitas sendiri tanpa dibantu orang lain.

Tersangka juga sering menganiaya korban sebelum korban diketahui meninggal dunia.

"Jadi, pada Senin 23 Mei 2022, telah dilakukan autopsi oleh dokter spesialis Forensik Polda NTT atas nama, Hasibuan yang memberi kesimpulannya bahwa penyebab korban meninggal dunia adalah akibat ada cekikan pada leher," tandasnya.

Tujuan dilakukan autopsi jenazah karena awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya setelah dilaporkan oleh Kapela Desa Sanleo atas nama, Kornelius Tae.

"Sebab dari hasil penyelidikan hingga penyidikan memang tersangka tidak mengakui perbuatannya," jelasnya.

Sehingga saat ini tersangka sudah diamankan di Polres Malaka.

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Baru Terungkap, Anak Kandung Cekik Ibu Kandung Hingga Tewas di Malaka

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved