Baru Selesai Menjabat 22 Mei 2022, Eks Wali Kota Yogyakarta Dua Periode Kena OTT KPK

“Kami mengamankan sejumlah uang dokumen dan beberapa orang, sementara jumlah uang dalam (bentuk) USD,” kata Ghufron.

Humas Pemkot Yogyakarta
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ketika meniup lilin pada pesta kejutan ulang tahun di Balai Kota, Jumat (9/2/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (HS), dan enam orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Yogyakarta dan Jakarta pada Kamis (2/6/2022).

Padahal, Haryadi baru selesai menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta selama dua periode pada 22 Mei 2022.

“Benar, hari ini KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi suap di Yogyakarta.

Salah satu yang diamankan adalah Wali Kota Yogyakarta 2017-2022,” kata kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Kamis.

KPK menduga Haryadi Suyuti dan beberapa pihak tersebut telah melakukan praktik suap.

Namun, ia belum dirinci lebih pasti terkait kasus rasuah yang diduga melibatkan Haryadi Suyuti.

"Tim segera melalukan permintaan keterangan terhadap para pihak dimaksud. Segera setelahnya akan kami sampaikan perkembangannya," kata Ali.

Baca juga: TERUNGKAP Kode Bupati Bogor Ade Yasin Minta Anak Buah Suap Auditor BPK Demi Gagalkan Predikat Buruk

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya menyampaikan pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan uang tunai Dolar Amerika Serikat dalam OTT kali ini.

“Kami mengamankan sejumlah uang dokumen dan beberapa orang, sementara jumlah uang dalam (bentuk) USD,” kata Ghufron.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menganugrahi Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti Tanda Kehormatan Satya lencana Pembangunan bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menganugrahi Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti Tanda Kehormatan Satya lencana Pembangunan bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019. (Istimewa)


Namun, Ghufron belum bisa mengungkapkan jumlah uang yang diamankan. Pasalnya tim KPK masih menghitung uang tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved